Edhi Wuryantoro, M-009-UI
Arianto T, M-041-UI
Prihandoko, M-744-UI
Florentinus N.W.M., M-827-UI
Berdirinya Mapala UI
Mapala UI bukanlah organisasi yang besar atau dibesarkan, tetapi,
Mapala UI adalah organisasi yang selalu berusaha membesarkan dirinya
(Soemantri Brojonegoro)
Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia – atau lebih akrab dipanggil dengan akronim Mapala UI – merupakan organisasi pencinta alam tingkat kampus yang ada di lingkungan Universitas Indonesia. Mapala UI, yang berdiri pada 12
Desember 1964, tampil sebagai pelopor dari organisasi sejenis yang tumbuh setelahnya di tanah air. Untuk pertama kalinya, organisasi pencinta alam lahir di lingkungan pendidikan dan dari tangan para intelektual muda bangsa ini.
Pendirian Mapala UI tidaklah semudah dan secepat yang dikira. Hambatan dan rintangan terus saja menghalangi. Sebelum berdirinya Mapala UI, sebenarnya sudah ada kelompok-kelompok kecil2 mahasiswa di UI yang kerjaannya keluyuran di alam bebas. Namun sayangnya, kelompok-kelompok kecil tersebut tidak terkoordinir dengan baik dalam sebuah wadah organisasi yang mengkhususkan dirinya pada soal kepencinta-alaman.
Adalah seorang Soe Hok Gie yang mencetuskan ide pembentukan suatu organisasi yang dapat menjadi wadah untuk mengkoordinir kelompok – kelompok tadi, berikut kegiatan mereka di alam bebas.
Gagasan ini mula – mula dikemukakan Soe Hok-gie pada suatu sore, 8 Nopember 1964, ketika mahasiswa FSUI sedang beristirahat setelah mengadakan kerjabakti di TMP Kalibata. Sebenarnya gagasan ini, seperti yang dikemukakan Hok-gie sendiri, diilhami oleh organisasi pencinta alam yang didirikan oleh beberapa orang mahasiswa FSUI pada tanggal 19 Agustus 1964 di Puncak gunung Pangrango. Organisasi yang bernama Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi itu keanggotaannya tidak terbatas di kalangan mahasiswa saja. Semua yang berminat dapat menjadi anggota setelah melalui seleksi yang ketat. Sayangnya organisasi ini mati pada usianya yang kedua.
Adapun organisasi yang diidamkan Hok-gie itu merupakan organisasi yang dapat menampung segala kegiatan di alam bebas, dan ini dikhususkan bagi mahasiswa FSUI saja. Kegiatan ini terutama pada masa liburan. Bedanya dengan kelompok yang ada, gagasan ini terutama ditekankan pada perlunya memberikan kesempatan pada mereka yang sebelumnya pernah keluyuran , untuk melihat dari dekat tanah airnya.
Tujuan dari organisasi ini mencakup tiga hal yaitu:
Pertama, untuk memupuk patriotisme yang sehat di kalangan anggotanya. Ini dapat dicapai dengan hidup di alam dan rakyat kebanyakan.
Memang tekad yang mendasari pendirian organisasi ini adalah suatu keyakinan bahwa patriotisme yang sehat tidak mungkin timbul dari slogan – slogan, indoktrinasi – indoktrinasi, ataupun poster – poster. Patriotisme yang sehat hanyalah mungkin dibina atas partisipasi yang aktif dari seseorang melalui hidup di tengah – tengah alam dan rakyat Indonesia pada umumnya. Adalah hal yang mustahil, bahwa cinta tanah air dapat timbul melalui jendela – jendela bis atau mobil mewah.
Kedua, mendidik para anggota, baik mental maupun fisik. Sebab seorang kader yang baik adalah kader yang sehat jasmani dan rohaninya. Disini juga ditekankan aspek edukasi tanah air secara aktif dari dekat.
Ketiga, untuk mencapai semangat gotong royong dan kesadaran sosial. Sampai saat ini, tujuan – tujuan tadi belum tercapai secara maksimal, tetapi titik terang sudah terlihat.
Dalam pertemuan tanggal 8 Nopember 1964 itu, gagasan Hok-gie mendapat sambutan baik di kalangan mahasiswa FSUI yang senang ”keluyuran” di alam bebas”. Maulana Ibrahim, Koy Gandasuteja, Amin Sumardji, Ratnaesih, dan Edhi Wuryantoro, yang waktu itu menjadi pengurus dari Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi, bersedia membantu. Bahkan bila perlu melepas jabatan tadi. Setelah berbincang – bincang selama kurang lebih satu jam, semua yang hadir antara lain : Soe Hok-gie (M-007-UI), Maulana (M-001-UI), Koy Gandasuteja (M-011-UI), Ratnaesih (kemudian menjadi Ny. Maulana; M-003-UI), Edhi Wuryantoro (M-009-UI), Asminur Sofyan Udin (M-002-UI), Darmatin Suryadi (M-015-UI), Judi Hidayat Sutarnadi (M-008-UI), Wahjono (M-010-UI), Endang Puspita, Rahayu,Sutiarti (kemudian menjadi Ny. Judi Hidayat; M-004-UI), setuju untuk membicarakan gagasan tadi pada keesokan harinya di FSUI.
Pertemuan kedua diadakan di Unit III bawah gedung FSUI Rawamangun, didepan ruang perpustakaan. Hadir pada saat itu semua yang sudah disebut ditambah Sdr. Herman O. Lantang yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa FSUI. Pada saat itu Sdr. Udin mengusulkan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA, singkatan dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam.”Biar keren deh, namanya seperti OKB (Orang Kaya Baru, tetapi isinya gembel melulu),”ujarnya. Setelah pendapat ditampung, akhirnya diputuskan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA. Kemudian pembicaraan dilanjutkan dengan membahas kapan dan dimana IMPALA akan diresmikan.
Suatu hal yang sangat kebetulan sekali pada waktu itu Sdr. Willy Han dari Senat Mahasiswa FSUI merencanakan piknik ke Ciloto dalam rangka pembinaan mahasiswa baru pada tanggal 15 Nopember 1964. Rencana itu kurang mendapat sambutan dari mahasiswa yang ketularan gagasan pendirian IMPALA yang beberapa diantaranya anggota senat. Mereka ini mengusulkan rencana piknik ke Ciloto dialihkan ke Cibeureum.Rencana ini diterima.
Sebelum berangkat, pada tanggal 13 Nopember 1964, Koy, Maulana, Edhi, Amin, dan Ratnaesih bertemu di kafetaria FSUI untuk membicarakan peresmian Impala di Cibeureum. Semua setuju bahwa peresmian IMPALA akan dilangsungkan dibawah siraman air terjun Cibeureum. Kemudian untuk membuat suatu kejutan mereka sepakat untuk mengirimkan tim pembuka jalan dan menyiapkan tempat peresmian IMPALA.
Keesokan harinya, jam 13.00 rombongan pendahulu berangkat secara diam – diam ditambah 2 orang ”Guest Star” yaitu Halina Hambali dan Siti Aminah. Karena sampai di Cibodas hampir jam 20.00, rombongan terpaksa menginap di Cibodas (sekarang ini lapangan parkir). Pada masa itu, hubungan Jakarta – Puncak masih sukar, karena bus masih jarang. Dari pertigaan Cibodas, rombongan terpaksa jalan kaki. Sepanjang perjalanan Cimacan – Cibodas sepi sekali. Maklum, pada waktu itu sisa – sisa gerombolan Kartosuwirjo masih banyak berkeliaran di Gn. Gede – pangrango. Meskipun di kiri kanan jalan ada beberapa rumah penduduk, semuanya sudah tertutup, hanya ada beberapa lampu minyak yang menempel.
Pagi – pagi sekali rombongan ini berangkat menuju Cibeureum. Namun hingga tengah hari, rombongan besar yang dinanti – nanti tidak kunjung datang. Akhirnya diputuskan untuk kembali ke Jakarta dan menunda peresmian pendirian IMPALA. Ternyata bus yang membawa rombongan mengalami mogok di Cibulan dan tidak bisa meneruskan perjalanan ke Cibodas.
Meskipun usaha pertama gagal, para perintis ini tidak menyerah. Sementara mematangkan ide, mereka bertukar pikiran dengan Pembantu Dekan III bidang Mahalum, yaitu Drs. Bambang Soemadio dan Drs. Moendardjito yang ternyata menaruh minat terhadap organisasi tersebut dan menyarankan agar mengubah nama IMPALA menjadi MAPALA PRAJNAPARAMITA. Alasannya nama IMPALA terlalu
borjuis. Dan pada waktu itu segala yang borjuis, habis diganyang. Nama ini diberikan oleh Bpk Moendardjito. Mapala merupakan singkatan dari Mahasiswa Pencinta Alam. Dan Prajnaparamita berarti dewi pengetahuan. Selain itu Mapala juga berarti berbuah atau berhasil. Jadi dengan menggunakan nama ini diharapkan segala sesuatu yang dilaksanakan oleh anggotanya akan selalu berhasil berkat lindungan dewi pengetahuan. Dewi Prajnaparamita juga menjadi lambang dari senat FSUI saat itu. Lambang yang digunakan adalah gambar dua telapak kaki dengan tulisan MAPALA PRAJNAPARAMITA dibawahnya. Telapak kaki kiri terletak lebih kedepan dari telapak kaki kanan. Hal ini melambangkan kehadiran di alam bebas dalam bentuk penjelajahan dan sebagainya. Selain itu lambang telapak kaki ini juga diilhami penggunaan tapak kaki oleh raaja Purnawarman dalam prasasti – prasastinya yang dapat diartikan lambang kebesaran. Dibawah tulisan MAPALA PRAJNAPARAMITA ditambah tulisan FSUI yang menunjukkan tempat bernaungnya organisasi ini.
Setelah segala persiapan selesai, pada tanggal 5 Desember 1964 berangkatlah 3 orang yaitu Hok-gie, Maulana dan Ratnaesih ke daerah Ciampea untuk survei Persami yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 Desember 1964.
Pada tanggal 11 Desember pukul 06.30 semua peserta yang mencapai lebih dari 30 orang berkumpul di lapangan Banteng dan berangkat. Pada pukul 11.00, mulailah rombongan mendaki lereng – lereng terjal dari bukit kapur Ciampea. Hari yang panas waktu itu membuat beberapa peserta ”anak mami” kelelahan dan merepotkan panitia. Jam 14.30 peserta tiba di bukit. Tenda segera didirikan. Pada malam hari angin bertiup sangat kencang dan hujan lebat. Tenda banyak yang roboh, sehingga peserta banyak yang berteduh di gubuk yang kebetulan ada disitu. Hampir saja peresmian Mapala dibatalkan karena sampai dengan jam 20.00 hujan masih lebat. Namun akhirnya pada pukul 21.00 hujan berhenti dan bulan bersinar terang. Semua peserta yang basah kuyup dikumpulkan untuk mengadakan rapat pembentukan MAPALA yang dipimpin Hok-gie. Ketika rapat sedang berjalan, tiba – tiba datang tamu dari Jakarta yaitu Soemadio, Soemadjito dan Mang Jugo Sarijun yang sengaja datang untuk menyaksikan upacara peresmian MAPALA. Maulana terpilih sebagai ketua pertama dan formatur tunggal.
Sampai dengan tahun pertama, Mapala Prajnaparamita FSUItelah memiliki 12 orang anggota yaitu AS Udin, Rahaju, Surtiarti, Ratnaesih, Endang Puspita, Mayangsari, Soe Hok-gie, Judi Hidajat, Edhi Wuryantoro, Koy Gandasutedja, Wahjono, dan Maman Abdurachman.
Perubahan menjadi Mapala UI
Niat untuk membentuk Mapala UI sebenarnya telah lahir ketika pada tahun 1966 Herman O. Lantang diberi tugas sebagai koordinator pembentukan Mapala UI oleh Ketua Dewan Mahasiswa UI, Drs. Med. JMV. Suwarto, yang didukung penuh oleh Rektor UI ketika itu, Prof. Dr. Soemantri Brodjonegoro. Tapi entah mengapa pembentukan Mapala UI ini belum
bisa terlaksana dan ditangguhkan untuk waktu yang belum ditentukan. Usaha untuk membentuk Mapala UI ini pun belum juga terwujud hingga Mapala Prajnaparamita menginjak usia yang ke-6.
Sampai tahun 1970-an, di beberapa fakultas di UI terdapat beberapa organisasi pencinta alam antara lain : Ikatan Mahasiswa Pencinta alam (IMPALA) di Psikologi, Climbing And Tracking Club (CATAC) di Ekonomi, Yellow Xappa Student Family (Yexastufa) di Teknik (kemudian menjadi Kamuka Parwata (KAPA), Climbing And Tracking (CAT) di Kedokteran, dll. Setelah berjalan beberapa waktu di fakultasnya masing – masing, organisasi–organisasi ini merasakan dan menyadari bahwa Mapala UI yang telah terbentuk dan disetujui oleh Rektor UI (Prof. DR. Sumantri Brojonegoro (Alm.)) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa adalah milik seluruh mahasiswa UI. Oleh karena itu organisasi–organisasi tersebut setuju untuk bersatu dalam satu wadah yaitu MAPALA UI.
Beberapa Kegiatan Mapala UI yang terealisasi :
2010 adventure Anggota arung jeram badan pengurus Bakti Sosial beregu buku ciberang ciremai dono fotografi Gunung Kidul hiu indro jawa barat Jejak Jelajah Karst kasino lingkungan lintas alam lomba majalah mapala ui mapalsu Meru Betiri norman edwin nurmulia rekso Panjat Tebing Pantai pelantikan pendakian penipuan piala reality show Rektor Semeru seminar Soe Hok Gie UI warkop warkop dki workshop World Oceans Day
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.
June 5th, 2008 at 16:56
Gw dari politeknik caltex riau. Gw dah baca bukunya “Catatan seorang Demonstran” dan gw dlunya anggota sispala dSMA. Salut bwt MAPALA UI Anniversary.. Salut bwat Soe Hok Gie, wlaupun beliau kturunan Cina nmun ttep nasionalis. Dimana bumi dipijak disitulah langit djunjung. Selamt jalan Soe,, moga arwah loe tenang dpuncak pangrango
June 8th, 2008 at 03:52
GUa Mahasiswa Fmipa Biologi Unsyiah Aceh…salah satu anggota KML-PA SAVANA.. Salam kenal ja ma semua saudara di mapala UI… moga tetap semangat…
Lestari………
June 10th, 2008 at 18:55
halo,,,salam kenal…..
nama gw Rahma cuma nak2 Arkadia biasa manggil gw “c-puk”.
gw salut banget ma nak2 mapala UI yang masih tetep eksis sampai sekarang and moga2 tetep eksis sampai akhir zaman yach,,,
klo punya acara, ksih tau yach!!!
June 16th, 2008 at 10:58
halo teman, sobat, kawan salam rimba dan salam kenal
gw ganjar tapi sering dipanggil joya (mahasiswa FPOK UPI bandung).Gw salut banget sm kegiatan yang dilaksanakan oleh kalian, kalo boleh ajak gabung kita donk he4x. Sukses selalu n merdeka.
June 25th, 2008 at 23:58
gw ade biar lebih akrab panggil aj gw monyet..
gw skrg lg ngelakuin penelitian tentang mapala…
gw mau nanya definisi mapala tuch apa??,trus ada g badan/organisasi yg mengetahui jumlah anggota di setiap mapala di surabaya/indonesia..
thanx
June 26th, 2008 at 00:05
Hi Ade (gak nyaman manggil orang laen monyet), kalau definisi mapala secara general mungkin bisa dirumuskan, namun tiap-tiap organisasi memiliki spesifikasi khusus yang biasanya dituangkan di dalam ad/art masing-masing organisasi. Begitu juga mengenai organisasi yang mengetahui jumlah anggota, sampai dengan saat ini yang saya tahu belum ada, tapi mudah kok, tinggal melakukan kontak ke masing-masing organisasi untuk mendapatkan data yang anda mau. Biasanya organisasi Pencinta Alam bersifat lebih cair dan lebih terbuka ke pihak luar (non-ekslusif), good luck ya.
July 22nd, 2008 at 02:29
saya respek terhadap mapala ui, saya mau bertanya apakah mapala ui juga memberikan pelatihan kepada siswa-siswa sma di depok?
salam untuk sdr. M Latief
July 22nd, 2008 at 12:00
lam kenal gharenk, ane juga warga Depok nih, kabar-kabarnya di Depok ada komunitas pencinta alamnya yah , kalo kaga salah di depok 2. namanya SAR Depok. mungkin bisa membantu.
August 3rd, 2008 at 00:37
salam lestari
salam kenal smua, aku inu (mbradoeL) dan merupakan anggota Matrapala Undip semarang, salut bwt mapala ui,sampai saat ini saya trus tertarik dengan film soe hok gie, dan kita punya kesamaan kita bermula dari fakultas sastra, jaya terus indonesia. mari mencintai indonesia dengan segala keunikan dan keindahanya. saya bisa dikunjungi di mendakidengantersenyum@yahoo.com
August 21st, 2008 at 16:09
hok gie…….
makasih buat semuanya……
mapala ui….
insya ALLAH seven submit w yang nyelesaiin……
now i see…the best persons is grow with open air..and eat with earth… uta_gie
August 21st, 2008 at 16:47
semoga mapala UI tetap exist selama gunung berhutan dan sungai masih mengalirkan air dan udara masih bisa dihirup Mapala tetap jaya
August 25th, 2008 at 20:13
wah keen, kami mohon bantuan dari senior2 untuk perkembangan maala s indonesia
September 2nd, 2008 at 17:04
SAlam Lestari…..
October 5th, 2008 at 13:12
Tolong barangkali punya mengenai sejarah berdirinya Mapala, dan Buku2 panduan mengenai pecinta alam…….
October 25th, 2008 at 12:39
apa khbar mapala ui ,aq sosek dari mapala stie makassar .thun 2005 aq pernah ke mapala ui kebetulan ag ktmu sdr sulung .sy mau tanya kapan ke sulawesi buat kegitan expedisi gabungan
October 25th, 2008 at 21:48
sy sosek dr mapala stie makassar .sulung tolong kirim data gunung louser
November 6th, 2008 at 13:32
Salam Lestari, sy alul dari mahesa unhas baraya.
salut, mapala UI!!!
November 11th, 2008 at 21:05
salam lestari… apakabar bang herman saya pajar sukabumi terimakasih sudah mendampingi kami kepangrango jalur geger bentang oia bagai mana tentang mendirikan federasi pendaki gunung disukabumi… saya tunggu kabar dari bang herman dan kawan kawan di Mapala UI saya setuju dengan ide dri bang herman karna saya sungguhj prihatin dengan perkembangan mapala-mapala disukabumi.. salam dari pajar dan nendi…
buat bunda dan kawan kawan dimapala UI terimakasih… pajar
email: merah_langit@plasa.com
email: nusapala_nsp@plasa.com
pajar hp:085659564198
November 12th, 2008 at 16:08
Salam Lestari….
Apakah Kebebasan berinteraksi dengan alam harus terhalang oleh perbedaan lambang…..
MPA BARBED(Berpetualang Alam Raya Berbasis Damai) FKIP Universitas Muhammdiyah Makassar
November 14th, 2008 at 14:35
piuuuuuuuuuuu
kapan main kemakassar lagi nih
jangan samapi putus dilaturahim
tigor
mapala stie makassar
November 15th, 2008 at 21:33
kami tunggu kedatangannya ke mks………….. dari ekspedisi panjat tebing gabungan putri “SERITI”
November 18th, 2008 at 22:48
lestari…
salam hangat buat teman2 semuanya…saya bangga kita punya mapala UI dan soe hok gie…
walaupun hanya nyantol di SMAPA PALA SMUN I Pacitan tapi sampai sekarang setelah saya lulus S-I namun alam begitu banyak memberikan pelajaran bagi kita…
lestarikan alam untuk anak cucu kita…
November 22nd, 2008 at 09:02
salam lestari!!!!!!!!!!!
November 22nd, 2008 at 16:31
gue ngerasa kangen ma mapokal… gue kangen ma alam….
gue kangen ma kabut dingin….
kapan lagi ada naek tahunan kaya dulu…. iiiiiooooooooo……
December 4th, 2008 at 09:21
seandainya sdr.Gie masih hidup, saya mau tanya apa tujuan sebenarnya mapala ?
karna sekarang banyak organisasi pecinta alam yang cuma hobby naek-turun gunung, tebas-bakar hutan, buang-tumpuk sampah di bebukitan.
kadang saya ingin bertanya pada mereka, apa makna cinta dalam PA ???
Makasih, saya juga sedana belajar memahami cinta kepada alam.
December 4th, 2008 at 20:14
@ bayu …
Soal Tujuan, Apa Adanya : “Mendingan naik gunung. Di gunung kita akan menguji diri dengan hidup sulit, jauh dari fasilitas enak-enak. Biasanya akan ketahuan, seseorang itu egois atau tidak. Juga dengan olahraga mendaki gunung, kita akan dekat dengan rakyat di pedalaman. Jadi selain fisik sehat, pertumbuhan jiwa juga sehat. Makanya yuk kita naik gunung. Ayo ke Semeru, sekali-kali menjadi orang tertinggi di P. Jawa. Masa cuma Soeharto saja orang tertinggi di P. Jawa ini” (Soe Hok Gie, 1969)
Apa Makna Cinta? Siapa Memaknai Cinta? Sedang kita sendiri adalah Makna Cinta itu!
Sayangnya banyak manusia terus saja ‘diam’ ditakuti TANYA!
(karena saya Cinta kalian, Manusia!)
January 8th, 2009 at 20:05
Salam lestari
January 13th, 2009 at 14:36
salam lestari.??????? kalau masih ada soe hoek gie….dengan kondisi kekiniaan dia akan memilih untuk terjun dari tebing. ini mungkin karena antara mapala kita saling merasa cerdas dan punya skill sehingga yang menjadi tujuan yang sebenrnya dari mapala kita sudah lupakan dan kita larut dalam iming-iming yang sebenarnya keluar dari koridor mapala. Asri mapala Kompas Fisip Unhas, asri041@yahoo.co.id
January 18th, 2009 at 10:44
cayoo mapala ui
January 18th, 2009 at 10:52
salam rimbaaaaaa
January 22nd, 2009 at 03:09
salam rindu selau buat saudara(i) ku di kampus U.I (MAPALA UI)
salam dari jallink.Damai di hati selalu
January 28th, 2009 at 15:29
Sebenarnya ada Pendidikan Dasar gak yah di MAPALA UI? Denger2 sih ga ada,trus gmna donk cara perekrutan anggota barunya.sebenernya MAPALA UI tuh sbuah Organisasi atau cmn wadah.cukup skian dulu yah,Salam Lestari.
January 29th, 2009 at 07:55
Untuk Harfan Afandi. Di Mapala UI juga dikenal suatu pendidikan dasar yang disebut BKP (Badan Khusus Pelantikan). BKP akan menyiapkan materi dan sechedule pendidikan dasar. Berbeda dengan pendidikan dasar organisasi lain misalnya Wanadri, BKP tidak mengumpulkan peserta pendidikan yang dimapala disebut “Caang” (Calon Anggota)dalam suatu tempat khusus dan dalam waktu tertentu. BKP biasanya dimulai pada musim liburan semester dan akan berlangsung selama 6-9 bulan. BKP dibuka biasanya setiap 2-3 tahun sekali. Didalam BKP pendidikan teori dilakukan seperti perkuliahan biasa biasanya setiap sabtu-minggu. Para Caang akan dibagi dalam kelompok, dimana setiap kelompok (4/6 orang)akan didampingi 2-3 orang Mentor. Teori yang didapatkan didalam kelas selanjutnya diperaktekkan dilapangan, dalam beberapa perjalanan misalnya, perjalanan pendek, latihan peta kompas, Peraktek SAR, Peraktek Caving, perjalanan panjang dsb. BKP juga biasanya dibagi dalam 2 tahap, setelah Caang lulus dalam 2 tahap tersebut, Caang berhak dilantik, dan mengusulkan BP untuk melantik. Caang akan dilantik setelah melakukan suatu perjalanan pelantikan yang dirangcang oleh Tim BKP. Mungkin perbedaan dengan dikdas oerganisasi lain adalah, jika Caang melakukan kesalahan, tidak ada sanksi fisik, yang adalah teguran, peringatan, dan yang paling berat adalah tidak berhak mengikuti BKP. Sebelun tahun 1982, belum ada program pendidikan tersetruktur untuk Caang seperti tersebut di atas, saat itu seorang Caang akan langsung magang ke seorang Mentor, jika mentor menganggap si Caang sudah mampu, maka Mentor akan mengusulkan BP utk melantik. Saat itu masa magang bisa lebih dari 1 Tahun. Mapala UI adalah organisasi PA di UI yang secara resmi telah terbentuk sejak 1964, yang cikal bakalnya berasal dari Mapala fakultas sastra. Pendiri Mapala UI dari No. M-001-UI s/d M-034-UI berasal dari fak Sastra, termasuk Alm. Soe Hok Gie (M-007-UI) dan Herman Lantang (M-016-UI), saat no M sudah mencapai 700an.
February 2nd, 2009 at 13:06
tahun 2003 kami pernah laks. giat pendataan biota dan aliran sungai bawah tanah di luweng musuk, kami mengambil base camp di rumah sdr. karwan, disitu pak karwan pernah menyampaikan bahwa ” apa kalian adik2nya mas Norman?”,.( apa yg dimaksud Norman Edwin Alm?) ternyata benar,.pak karwan menceritakan betapa gigih dan pedulinya bang Norman pada lingkungan,.
Bravo bang Norman,.keharuman namamu selalu dikenang
February 5th, 2009 at 16:17
wah enak nya ikutan mapala, tesnya apa aja?
February 7th, 2009 at 21:12
WOW!! asyik bgt jadi anak mapala!!! ntar kuliah di ui aja ah… pangen ikut maalanih….
eh, jadi mapala susah gak sih?
February 18th, 2009 at 10:15
salam kenal…..
saya dari riau dan mempunyai keinginan untuk mendirikan Kpa…dan butuh bimbingan
Lestari
Anang
February 22nd, 2009 at 00:46
Salam Lestari
Kami dari BSI Purwokerto,dan u/ Mapala baru aja berdiri. Maukah Mapala UI membantu kami agar kedepannya bisa exis dan sebesar Mapala UI ? Mohon bimbingnnya, thx …
February 23rd, 2009 at 21:41
Salam Rimba n Lestari………!!!!!
kayak’n klo Mapala UI maen ke Mapala Wira Buana di Indramayu, seru deh… kan kita bisa sharing…….ditunggu lho…..
oya kita punya Pulau Biawak, penasaran mo liat pesonanya….???!
ya dah buruan datang ke kota Mangga………
NB.kalo ksini bulan Agustus biar mangganya pada berbuah
February 27th, 2009 at 13:21
Salam Lestari,
Pada masa alm. Soe Hok Gie pernah terdapat salah seorang anggota Mapala UI yang tadinya berasal dari SHMC (Sinar Harapan Mounteneering Club), apakah anggota tersebut seorang mahasiswa UI juga sehingga diperbolehkan bergabung dengan Mapala UI?? Mengingat dia bekerja di koran sore Sinar Harapan.
February 27th, 2009 at 17:27
bang kita dari pamor fpok upi.boleh gx klo kta maen ke sekret mapalaiu
March 4th, 2009 at 22:04
salam rimba
MAPALA yah nama ini memang sudah tidak asing lagi di kampus, “UKM” terutama MAPALA, memang ada dampak baik dan buruknya, tetapi mapala jangan sampai kita ikut mapala lantas kita menjadi mahasiswa paling lama.mending ikut MAPADUT (mahsiswa pencinta dangdut.
March 5th, 2009 at 07:59
Buat Dodi (40). Pada masa itu memang ada tokoh pendaki dari Sinar Harapan namanya Aristides Katoppo, sesuai dengan AD/ART Mapala UI, Tides dianggap mempunyai kwalifikasi sebagai Mapala UI Kehormatan, Tides, dilantik sebagai anggota MK, dimana hak dan kewajibannya sama dengan anggota yang lain. Yang mungkin berbeda dengan organisasi lain, di Mapala UI urutan nomor Mapala Kehormatan (MK) mengikuti nomor anggota biasa. Misalnya Si X berhak sebagai anggota kehormatan, dia akan mendapatkan nomor sesuai dengan urutan no ketika dilantik. Sebagai contoh No. Tides adalah MK-050-UI, pada waktu itu no terakhir M biasa adalah M-049-UI. Perinsipnya tidak ada perbedaan antara M atau MK, begitu dilantik hak dan kewajiban sama. Kecuali untuk dipilih sebagai Ketua Umum, calon harus berstatus mahasiswa.
March 14th, 2009 at 16:05
huff.. coba sblm tes mpl kmrn bc ni dl…
March 20th, 2009 at 15:35
Salam Rimba,
Sukses Selalu
March 22nd, 2009 at 14:14
menurut saya MAPALA itu mengasikkan karena saya adalah salah satu dari anggota MAPALA itu sendiri.. mempunyai persatuan… tapi sayang bagi Mahaisiwa yang belum begitu kenal dengan MAPALA menganggap bahwa MAPALA itu adalah kumpulan bagi para preman-preman kampus, ada lagi yang mengartikan bahwa MAPALA itu mahasiswa paling lama…..
April 10th, 2009 at 09:04
Salam Lestari….
Salam kenal aja buat rekan-rekan seperjuangan yang masih selalu exis dalam memperjuangkan 3 kata “Save Our World”.
Terutama untuk MAPALA UI. Meski saya tidak terlalu mengikuti perkembangannya, tp selalu salut untuk mengetahui aktivitas yang selalu dilakukan oleh MAPALA UI.
Saya memiliki hobi yang sama dengan rekan-rekan, berasal dari sebuah organisasi kepecintaalaman di Tasikmalaya sana, KHANIWATA namanya.
Satu komentar yang ingin saya sampaikan, kenapa MAPALA UI tidak pernah mensosialisasikan cara perekrutan Anggota skaligus kegiatan DIKSARnya? Ya… meski itu rahasia dapur dari sebuah Organisasi!
Padahal kami-kami ingin tau lebih jauh tentang sistim DIKLATSAR MAPALA UI. Dan seandainya kami menduplikasi cara tersebut mungkin tidak akan terjadi hal2 yang merugikan kami pada kegiatan tersebut! karena mendengar dari beberapa kejadian, banyak terjadi musibah meninggalnya Calon Anggota dalam pelaksanaan diklatsar-termasuk organisasi kami di tahun 2004-karena sebagian MAPALA lain masih menganut diklatsar “Semi MILITER”.
Intinya… Tolong dong di muat dalam websitenya tenknis DIKLATSAR MAPALA UI!
May 11th, 2009 at 16:45
kami ingin m’bentuk mapala di kmpus kami tp kami bingung karena tdk ada yg membimbing untuk memberi materi ttg kegiatan di alam bebas
tlg dibantu solusinya…!!!
tlg ksh saran lewat e-mail y
nih e-mail kU : mbex_hiperbola@yahoo.com
salam lestari
from mbex di surabaya…
May 19th, 2009 at 18:17
salam lestari…..!!!! mapala itu orang baik tpi oknum-oknum yang merusak menjadi mapala tidak baik.
salam lestari buat teman-teman mapala tilong kabila universitas gorontalo, mapala ui, dan mapala yang ada nusantara
May 23rd, 2009 at 16:05
salam lestari….
sukses selalu buat teman2 MAPALA…