Sejarah Mapala UI

Edhi Wuryantoro, M-009-UI

Arianto T, M-041-UI

Berdirinya Mapala UI

Di Fakultas sastra UI, sebelum berdirinya Mapala UI, sudah terdapat kelompok – kelompok mahasiswa yang gemar bertualang di alam bebas. Mereka yang terdiri dari mahasiswa Arkeologi dan Antropologi yang banyak turun ke lapangan serta mereka yang pernah tergabung dalam organisasi kepanduan. Sayangnya kelompok – kelompok ini tidak terkordinir dengan baik dalam statu wadah dan mereka juga tidak pernah membuka diri dengan peminat – peminat baru di luar jurusannya.

Adalah seorang Soe Hok Gie yang mencetuskan ide pembentukan suatu organisasi yang dapat menjadi wadah untuk mengkoordinir kelompok – kelompok tadi, berikut kegiatan mereka di alam bebas.

Gagasan ini mula – mula dikemukakan Soe Hok Gie pada suatu sore, 8 Nopember 1964, ketika mahasiswa FSUI sedang beristirahat setelah mengadakan kerjabakti di TMP Kalibata. Sebenarnya gagasan ini, seperti yang dikemukakan Sdr. Soe sendiri, diilhami oleh organisasi pencinta alam yang didirikan oleh beberapa orang mahasiswa FSUI pada tanggal 19 Agustus 1964 di Puncak gunung Pangrango. Organisasi yang bernama Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi itu keanggotaannya tidak terbatas di kalangan mahasiswa saja. Semua yang berminat dapat menjadi anggota setelah melalui seleksi yang ketat. Sayangnya organisasi ini mati pada usianya yang kedua.

Adapun organisasi yang diidamkan Sdr. Soe itu merupakan organisasi yang dapat menampung segala kegiatan di alam bebas, dan ini dikhususkan bagi mahasiswa FSUI saja. Kegiatan ini terutama pada masa liburan. Bedanya dengan kelompok yang ada, gagasan ini terutama ditekankan pada perlunya memberikan kesempatan pada mereka yang sebelumnya pernah keluyuran , untuk melihat dari dekat tanah airnya.

Tujuan dari organisasi ini mencakup tiga hal yaitu Pertama, untuk memupuk patriotisme yang sehat di kalangan anggotanya. Ini dapat dicapai dengan hidup di alam dan rakyat kebanyakan. Memang tekad yang mendasari pendirian organisasi ini adalah suatu keyakinan bahwa patriotisme yang sehat tidak mungkin timbul dari slogan – slogan, indoktrinasi – indoktrinasi, ataupun poster – poster. Patriotisme yang sehat hanyalah mungkin dibina atas partisipasi yang aktif dari seseorang melalui hidup di tengah – tengah alam dan rakyat Indonesia pada umumnya. Adalah hal yang mustahil, bahwa cinta tanah air dapat timbul melalui jendela – jendela bis atau mobil mewah. Kedua, mendidik para anggota, baik mental maupun fisik. Sebab seorang kader yang baik adalah kader yang sehat jasmani dan rohaninya. Disini juga ditekankan aspek edukasi tanah air secara aktif dari dekat. Ketiga, untuk mencapai semangat gotong royong dan kesadaran sosial. Sampai saat ini, tujuan – tujuan tadi belum tercapai secara maksimal, tetapi titik terang sudah terlihat.

Dalam pertemuan tanggal 8 Nopember 1964 itu, gagasan Sdr. Soe mendapat sambutan baik di kalangan mahasiswa FSUI yang senang ”keluyuran” di alam bebas”. Sdr. Maulana, Koy Gandasuteja, Amin Sumardji, Ratnaesih, dan Edhi Wuryantoro, yang waktu itu menjadi pengurus dari Ikatan Pencinta Alam Mandalawangi, bersedia membantu. Bahkan bila perlu melepas jabatan tadi.

Setelah berbincang – bincang selama kurang lebih satu jam, semua yang hadir antara lain : Soe Hok Gie, Maulana, Koy Gandasuteja, Ratnaesih (kemudian menjadi Ny. Maulana), Edhi Wuryantoro, Asminur Sofyan Udin, D armatin Suryadi, Judi Hidayat Sutarnadi, Wahjono, Endang Puspita, Rahayu,Sutiarti (kemudian menjadi Ny. Judi Hidayat), setuju untuk membicarakan gagasan tadi pada keesokan harinya di FSUI.

Pertemuan kedua diadakan di Unit III bawah gedung FSUI Rawamangun, didepan ruang perpustakaan. Hadir pada saat itu semua yang sudah disebut ditambah Sdr. Herman O. Lantang yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa FSUI. Pada saat itu Sdr. Udin mengusulkan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA, singkatan dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam.”Biar keren deh, namanya seperti OKB (Orang Kaya Baru, tetapi isinya gembel melulu),”ujarnya. Setelah pendapat ditampung, akhirnya diputuskan nama organisasi yang akan lahir itu IMPALA. Kemudian pembicaraan dilanjutkan dengan membahas kapan dan dimana IMPALA akan diresmikan.

Suatu hal yang sangat kebetulan sekali pada waktu itu Sdr. Willy Han dari Senat Mahasiswa FSUI merencanakan piknik ke Ciloto dalam rangka pembinaan mahasiswa baru pada tanggal 15 Nopember 1964. Rencana itu kurang mendapat sambutan dari mahasiswa yang ketularan gagasan pendirian IMPALA yang beberapa diantaranya anggota senat. Mereka ini mengusulkan rencana piknik ke Ciloto dialihkan ke Cibeureum.Rencana ini diterima.

Sebelum berangkat, pada tanggal 13 Nopember 1964, Sdr. Koy, Maulana, Edhi, Amin, dan Ratnaesih bertemu di kafetaria FSUI untuk membicarakan peresmian Impala di Cibeureum. Semua setuju bahwa peresmian IMPALA akan dilangsungkan dibawah siraman air terjun Cibeureum. Kemudian untuk membuat suatu kejutan mereka sepakat untuk mengirimkan tim pembuka jalan dan menyiapkan tempat peresmian IMPALA.

Keesokan harinya, jam 13.00 rombongan pendahulu berangkat secara diam – diam ditambah 2 orang ”Guest Star” yaitu Sdr. Halina Hambali dan Sdr. Siti Aminah. Karena sampai di Cibodas hampir jam 20.00, rombongan terpaksa menginap di Cibodas (sekarang ini lapangan parkir). Pada masa itu, hubungan Jakarta – Puncak masih sukar, karena bus masih jarang. Dari pertigaan Cibodas, rombongan terpaksa jalan kaki. Sepanjang perjalanan Cimacan – Cibodas sepi sekali. Maklum, pada waktu itu sisa – sisa gerombolan Kartosuwiryo masih banyak berkeliaran di Gn. Gede – pangrango. Meskipun di kiri kanan jalan ada beberapa rumah penduduk, semuanya sudah tertutup, hanya ada beberapa lampu minyak yang menempel.

Pagi – pagi sekali rombongan ini berangkat menuju Cibeureum. Namun hingga tengah hari, rombongan besar yang dinanti – nanti tidak kunjung datang. Akhirnya diputuskan untuk kembali ke Jakarta dan menunda peresmian pendirian IMPALA. Ternyata bus yang membawa rombongan mengalami mogok di Cibulan dan tidak bisa meneruskan perjalanan ke Cibodas.

Meskipun usaha pertama gagal, para perintis ini tidak menyerah. Sementara mematangkan ide, mereka bertukar pikiran dengan Pembantu Dekan III bidang Mahalum, yaitu Drs. Bambang Soemadio dan Drs. Moendardjito yang ternyata menaruh minat terhadap organisasi tersebut dan menyarankan agar mengubah nama IMPALA menjadi MAPALA PRAJNAPARAMITA. Alasannya nama IMPALA terlalu
borjuis. Dan pada waktu itu segala yang borjuis, habis diganyang.
Nama ini diberikan oleh Bpk Moendardjito. Mapala merupakan singkatan dari Mahasiswa Pencinta Alam. Dan Prajnaparamita berarti dewi pengetahuan. Selain itu Mapala juga berarti berbuah atau berhasil. Jadi dengan menggunakan nama ini diharapkan segala sesuatu yang dilaksanakan oleh anggotanya akan selalu berhasil berkat lindungan dewi pengetahuan. Dewi Prajnaparamita juga menjadi lambang dari senat FSUI saat itu. Lambang yang digunakan adalah gambar dua telapak kaki dengan tulisan MAPALA PRAJNAPARAMITA dibawahnya. Telapak kaki kiri terletak lebih kedepan dari telapak kaki kanan. Hal ini melambangkan kehadiran di alam bebas dalam bentuk penjelajahan dan sebagainya. Selain itu lambang telapak kaki ini juga diilhami penggunaan tapak kaki oleh raaja Purnawarman dalam prasasti – prasastinya yang dapat diartikan lambang kebesaran. Dibawah tulisan MAPALA PRAJNAPARAMITA ditambah tulisan FSUI
yang menunjukkan tempat bernaungnya organisasi ini.

Setelah segala persiapan selesai, pada tanggal 5 Desember 1964 berangkatlah 3 orang yaitu Sdr. Soe, Maulanan dan Ratnaesih ke daerah Ciampe untuk survei Persami yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 Desember 1964.

Pada tanggal 11 Desember pukul 06.30 semua peserta yang mencapai lebih dari 30 orang berkumpul di lapangan Banteng dan berangkat. Pada pukul 11.00, mulailah rombongan mendaki lereng – lereng terjal dari bukit kapur Ciampea. Hari yang panas waktu itu membuat beberapa peserta ”anak mami” kelelahan dan merepotkan panitia. Jam 14.30 peserta tiba di bukit. Tenda segera didirikan. Pada malam hari angin bertiup sangat kencang dan hujan lebat. Tenda banyak yang roboh, sehingga peserta banyak yang berteduh di gubuk yang kebetulan ada disitu. Hampir saja peresmian Mapala dibatalkan karena sampai dengan jam 20.00 hujan masih lebat. Namun akhirnya pada pukul 21.00 hujan berhenti dan bulan bersinar terang. Semua peserta yang basah kuyup dikumpulkan untuk mengadakan rapat pembentukan MAPALA yang dipimpin Sdr. Soe. Ketika rapat sedang berjalan, tiba – tiba datang tamu dari Jakarta yaitu Bpk Soemadio, Bpk soemadjito dan Mang Jugo Sarijun yang sengaja datang untuk menyaksikan upacara peresmian MAPALA. Sdr Maulana terpilih sebagai ketua pertama dan formatur tunggal.

Sampai dengan tahun pertama, Mapala telah memiliki 12 orang anggota yaitu AS Udin, Rahaju, Surtiarti, Ratnaesih, Endang Puspita, Mayangsari, soe Hok gie, Judi Hidajat, Edhi Wuryantoro, Koy Gandasutedja, Wahjono, dan abdurrahman.

Perubahan menjadi Mapala UI

Sampai tahun 1970-an, di beberapa fakultas di UI terdapat beberapa
organisasi pencinta alam antara lain : Ikatan Mahasiswa Pencinta alam (IMPALA)
di Psikologi, Climbing And Tracking Club (CATAC) di Ekonomi, Yellow Xappa
Student Family (Yexastufa) di Teknik, Climbing And Tacking (CAT) di Kedokteran
dll. Setelah berjalan beberapa waktu di akultasnya masing – masing, organisasi
– organisasi ini merasakan dan menyadari bahwa Mapala UI yang telah terbentuk
dan disetujui oleh Rektor UI (Prof. DR. Sumantri Brojonegoro (Alm.)) dan Dewan
Perwakilan Mahasiswa adalah milik seluruh mahasiswa UI. Oleh karena itu organisasi
– organisasi tersebut setuju untuk bersatu dalam satu wadah yaitu MAPALA UI.

Beberapa Kegiatan Mapala UI yang terealisasi :

  1. Desember
    1971 – april 1972 : Pendakian dan Baksos di Peg. Jayawijaya. Diikuti 13
    orang anggota dan berhasil mencapai Puncak Jaya dan Puncak timur Cartenz.
  2. September
    – Oktober 1972 : Membantu penelitian dan pendokumentasian Cartenz Glacier
    Expedition. Berhasil mencapai puncak Cartenz Pyramid, Puncak Sumantri,
    Puncak Jaya, dan Puncak tengah.
  3. Januari
    1973 : Kerjasama dengan TV Melbourne, Monash University ke Peg Jayawijaya.
  4. 1975 :
    Menyelenggarakan Latihan nasional untu Lingkungan Hidup.
  5. Februari
    1976 : Pengukuhan Puncak Sumantri dalam Log Book.
  6. 1978 –
    1979 : Kerjasama denga Law Harvard School melakukan Ekspedisi Sungai
    Mahakam da Barito.
  7. 1978 :
    Penjajakan Base Camp Everest oleh Hadijoyo dan Don Hasman.
  8. Agustus
    1978 : Penelitian pengaruh ketinggian pada pendaki di Puncak Pangrango.
  9. 1980 :
    Ekspedisi pendakian puncak Trikora bersama pendaki Amerika
  10. 1981 :
    Ekspedisi penelitian Pegunungan salju katulistiwa.
  11. 1984 :
    Baksos Pembuatan Perpustakaan di Untung Jawa.
  12. 1985 :
    Ekspedisi Himalaya
  13. 1986 :
    Ekspedisi Arung Jeram Sungai Alas
  14. 1986 :
    Ekspedisi Dinding Utara Jayakusuma Mapala UI
  15. 1986 :
    Pemanjatan Bogaboo Spire, Canada.
  16. Juli –
    Agustus 1988 : Ekspedisi Pendakian Gunung Salju Kaulistiwa Andes
  17. September
    1988 : Ekspedisi Penelusuran Gua Lebak Tipar
  18. 1987
    :
    Ekspedisi Penelusuran Gua Luweng
    Musuk, Pacitan
  19. 1987 :
    Pemasangan Monas Berdasi
  20. 1989 :
    Ekspedisi Arung Jeram S. Citanduy.
  21. 1989 :
    Ekspedisi Panjat Tebing gunung Parang
  22. 1989 :
    Sailing Camp P. Onrust
  23. Januari
    1989 : Ekspedisi Mt. Cook, Selandia Baru.
  24. Juli
    1989 : Ekspedisi Mc. Kinley, Alaska.
  25. Januari
    1990 : Ekspedisi Aring Jeram S. Tripa, Aceh.
  26. Februari
    1990 : Lomba rakit Lintas Ciliwung bersih II.
  27. Juni
    1990 : Lomba Rakit Hias Gerakan Ciliwung Bersih.
  28. Agustus
    1990 : Ekspedisi S. Kayan, Kalimantan.
  29. Agustus
    – September 1990 : Ekspedisi Caving Mangkalihat, Kalimantan Timur.
  30. Oktober
    1990 : Ekspedisi Mt. Elbrus, Uni Soviet.
  31. Maret
    1992 : Ekspedisi Aconcagua , Argentina
  32. April
    1992 : Pendakian Cartenz Pyramid bersama pendaki Norwegia.
  33. Februari
    1993 : Ekspedisi Golden Wall, Dinding Utara Cartenz Pyramid
  34. 1994 :
    Ekspedisi Kapuas
  35. 1994 :
    Ekspedisi Kecil Tebng Tanggul, Jawa Timur.
  36. 1995 :
    Juara III Kejurnas Arng Jeram S. Ayung, Bali.
  37. 1996 :
    Juara Umum Kejuaraan Arung Jeram Cimanuk.
  38. 1997 :
    Penelitian Terumbu Karang Wallace Operation.
  39. 1998 :
    Koordinator Posko Banjir Jakarta.
  40. 1999 :
    ekspedisi Gabungan dengan KOMPAS USU Pemanjatan Tebing Simarsolpa.
  41. Agustus
    1999: Ekspedisi Gabungan dengan Kopasus dan Pecinta alam lainnya ke Puncak
    Leuser (Aceh), Bukit Raya (Kalimantan Barat), Latimojong (Sulawesi Selatan),
    Binaya (Maluku), dan Cartenz (Irian Jaya)
  42. Februari
    – April 2005 : Bekerjasama dengan UNHCR, UNICEF, dan WHO dalam berbagai
    penelitian dalam rangka rekonstruksi Aceh Pasca Tsunami.
  43. 2006 :
    Pemecahan Rekor MURI ”Vertical Bowling Pertama.
  44. 2006 –
    2008 : jasa Vertical Service di sejumlah gedung seperti : Apartemen
    Summit, Tugu Monas, Gedung German Centre Indonesia, Hotel Acacia, Grha XL,
    Gedung Bank Mega dll.
  45. Februari
    2007 : Menyalurkan bantuan sejumlah lebih dari 140 juta rupiah dari para
    donatur kepada korban banjir Jakarta.
  46. November
    2007 : Penanaman pohon di Hutan UI dan sekitarnya, Tol Cipularang.

62 Komentar di “Sejarah Mapala UI”

Halaman: « 1 [2] Show All

  1. 51
    Herry Maryanto Says:

    sempurnakan sambil berjalan jangan mnunggu sempurna baru berjalan , karena semua berawal dari ketiadaan ….

  2. 52
    bunjus Says:

    salam lestari, smoga mapala2 di mukabumi tetap exis, dan cintanya pada alam tidak pernah pudar, saya bonjus, dari SANDEQ Pecinta Alam Polman SUL-BAR

  3. 53
    adah dan siti Says:

    sore kak..
    saya sasya dan siti..
    kami berdua punya rencana ingin membuat organisasi mapala dikampus kami..
    kira-kira langkah awal yang harus kami lakukan apa ya kak..
    jadi harapan kami kakak2 semua dapat membantu kami untuk membentuk mapala di kampus kami…
    kami harap kakak dapat membantu.
    contact person yang dapat kami hubungi berapa ya kak..???

  4. 54
    faudy legi Says:

    senang bisa baca sejara singkat dari mapala ui.

  5. 55
    aziz Says:

    aslm…
    salam lestari..
    sy aziz dr RIMPALA Fakultas Kehutanan IPB, salam kenal untuk semua saudara-saudara mapalaqu. smangat y smuanya, jangan jadikan kegiatan yg qt lakukan hanya kesenangan belaka tanpa ada manfaat untuk sesama..
    _USAH KAU MAJU JIKA KAU RAGU_ (Tiger Land)
    Salam hormat..
    waslm..

  6. 56
    Kincay Says:

    slm lestari..
    lam knl, g kincay dar Mapala SIGINJAI Unja Jambi,
    Salut buat Mapala UI, perjuanagn pendiri2y wajib dihargai..
    klo bisa tampilin foto2 pendiriya yah.. TQ

  7. 57
    mega Says:

    salam lestari lam kenal dari qu,sumpah qu salut dengan perjuangan para pendiri mapal ui,teruskan perjuangan para pendahulu kalian cah..yo..

  8. 58
    Akky Gsv Says:

    Mari mmbuka diri utk brbagi kbaikn krn keindahan dn kecantikn alam adalah fitrah dr Tuhan maka dr itu fitrah manusia utk mnjaga kelestarian bersama jgn adalagi yg mmbedkn utk brbuat utk klestarian alam lingkungan Qta…

  9. 59
    cks Says:

    akhirnya ksampaian jg.. tau sjarah orgnsasi2 besar di dunia alam bebas.. salam lestari buat smuanya.

  10. 60
    suara fals Says:

    Salam Rimba….

    Temen2 MAPALA UI, kayaknya kita semua udah tau tentang masalah Komersialisasi gunung gede pangrango.

    Bolehkah saya bertanya, Apakah temen2 semua setuju dengan keputusan ini ???
    Sepertinya temen2 mapala ui juga tidak setuju dengan keputusan ini.

    Di facebook dapat kita temukan group yg menolak tentang keputusan ini dan saat ini beranggota sekitar 10,516 members.
    ini linknya.

    http://www.facebook.com/group.php?gid=157033179007.

    Banyak anggota group tersebut yang berkeinginan bahwa sikap tidak setuju terhadap
    keputusan ini bisa disampaikan langsung ke pengelola TNGP.
    Kami sudah menghubungi admin group facebook tersebut,
    mereka kesulitan dalam koordinasi untuk menyampaikan aspirasi penolakan atas keputusan yg diambil pengelola TNGP.

    Maukah temen2 mapala UI membantu mengkoordinir aspirasi temen2 kita yang menolak keputusan TNGP
    di group facebook untuk disampaikan ke pengelola TNGP ??

    Mohon maaf sebelumnya, yang kami tahu anak UI adalah anak2 terpelajar, anak2 yang kritis, anak2 yang selalu menolak ketidakadilan.
    Dan mapala UI adalah tempatnya manusia yg mencintai alam. jadi saya coba ngirim email ini untuk membantu temen2 kita.

    Kami sangat berharap bantuan solusi / pikiran temen2 dari mapala UI

    Salam Rimba….

  11. 61
    areeve kuman Says:

    tolong bg crita/pengalaman ttg kebersamaan/loyalitas dlm keorganisasian ke-pecinta alaman.biar bs jd bahan acuhan dlm berjalan.dan bs kembali solid?thanx.salute for MAPALA UI.

  12. 62
    achmad Says:

    Semoga mapala se-Indonesia tetap menjadi cerminan positif ditengah-tengah masyarakat, dengan tetap menunjukkan eksistensinya dibawah kebesaran organisasi. Thnks kawan-kawan Mapala UI atas infonya. Achmad MAPALA PTM Sinjai Sul-sel.

Halaman: « 1 [2] Show All

Tulis Komentar