Peraturan baru di Gede Pangrango

UPDATE per 1 Mei 2010 : sejak…..bulan…. tahun 2010, peraturan yang ada dalam artikel dibawah ini sudah tidak diberlakukan lagi.

Dengan latar belakang menjaga kelestarian alam, kenyamanan pengunjung, etc, maka sejak Agustus 2009 terdapat beberapa peraturan baru yang telah ditetapkan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gede Pangrango.

Peraturan baru  tersebut meliputi :

1. Setiap pendakian wajib didampingi guide (pemandu) dengan tarif berkisar 175rb-400rb/jalan (tergantung lokasi yg akan dilewati. klik untuk detail tarif). Untuk jasa porter tidak diwajibkan. Berikut daftar nama guide, porter dan interpreter yang diberi wewenang.

2. Melakukan tes tertulis pada jam kerja atau 1  jam sebelum pelaksanaan pendakian

3. Kemping hanya dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan yaitu Kandang Batu, Kandang Badak, Alun-Alun Mandalawangi, Alun-Alun Barat dan Timur dan Cigeber. Kemping selain dilokasi pada no. 3 diatas tidak diijinkan dan akan dianggap illegal bila dilakukan. Bila hal ini dilakukan, maka akan ditindak oleh petugas sesuai sanksi yang berlaku;

4. Pemeriksaaan barang bawaan saat pergi dan pemeriksaan sampah bawaan saat pulang.

5. Wajib menerima blanko temuan satwa saat pergi dan menyerahkan blanko temuan satwa saat pulang.

6. Selain datang langsung dan via telepon, booking juga dapat dilakukan secara on line dengan mengisi formulir yang bisa di download disini kemudian di fax ke (0263)512776 atau di e-mail ke info@gedepangrango.org  . Booking diharuskan membayar sebesar 30 % dari biaya total. Untuk lebih jelasnya, silahkan hubungi kantor Balai Besar TNGGP. No telepon/fax Kantor Balai Besar TNGGP : 0263-512776/519415

Sedangkan peraturan lama yang tetap berlaku diantaranya :

1. melakukan booking pendakian sebelum mendaki paling cepat 1bulan sebelum pendakian, paling lambat pada hari H jika kuota masih tersedia. Kuota pengunjung pendakian di TNGGP ditetapkan 600 orang/hari (Pintu Cibodas 300 orang/hari; Pintu Gunung Putri 200 orang/hari; Pintu Selabintana 100 orang/hari)

2. Lama maksimum pendakian adalah 2 hari. Kecuali ada izin khusus (penelitian dll). Untuk pendakian lebih dari 2 hari 1 malam, dikenakan biaya tambahan Rp 100rb.

3. setiap pendaki diwajibkan masuk dan keluar (chek in /chek out) di pintu masuk / keluar pada pukul 07.00 – 22.00 WIB.

4. Jumlah pendaki minimum 3 orang. Maksimum 10 org untuk umum, 20 orang untuk pelajar.

5. Harga tiket masuk sebesar Rp 2000,- ditambah asuransi sebesar Rp 2500,- (asuransi bersifat wajib)

6. Penutupan pendakian rutin dilakukan pada tanggal 1-31 Agustus dan 1 Januari -31 Maret.

7. Larangan – larangan meliputi diantaranya : membawa alat musik dan alat bunyi-bunyian lainnya (gitar, piano, seruling, harmonika, peluit, dll), alat elektronik seperti radio komunikasi (Handy Talky), radio, tape, walkman, gamewatch,wireless dan lain-lain, kecuali jam tangan, telepon seluler (ponsel) dan kamera saku, senjata tajam (pisau lipat, belati, golok), senjata api, narkoba, cat semprot, detergen.

8. Bagi rombongan pendaki yang membawa makanan kaleng, petugas lapangan dapat memberikan ijin membawa pisau lipat kecil 1 (satu) buah
untuk setiap rombongan.

9. Terdapat beberapa peralatan yang menjadi kewajiban bagi pendaki untuk digunakan seperti tertulis dalam  halaman 38 Petunjuk TeknisPendakian TNGP : “Demi kenyamanan dan keamanan, setiap pendaki diwajibkan untuk menggunakan:

- Tenda kedap air
- Ransel/carier dengan spesifikasi kuat dan kondisi baik (jahitan, resleting, pengikat), nyaman dipakai, Kapasitas 60 – 100 lt, tidak mengganggu pergerakan.
- Matras dengan spesifikasi ketebalan min 3 mm, lebar min 40 cm, panjang min 180 cm, dapat digulung dan memakai pengikat, ringkas;
- Kantong tidur (Sleeping bag);
-  Sarung tangan dengan spesifikasi jari-jari tangan tertutup, sesuai dengan ukuran tangan menutup/melebihi pergelangan tangan;
-  Kaos kaki diutamakan bahan semi wool, kuat dan tebal, bahan bukan nylon dan membawa cadangan ( 2 Ps);
-  Baju lapangan tangan panjang, mudah kering (menyerap keringat)serta Tidak terlalu longgar/ketat;
-  Celana lapangan dengan spesifikasi bahan tidak terbuat dari jeans, mempunyai saku tambahan (saku samping), tidak terlalu longgar/ketat;
-  Pakaian tidur/training/sweater/kaos tangan panjang yang bersifat menghangatkan (1 Stel);
-  Balaclava / kupluk diutamakan bahan semi wool
- Sepatu diutamakan sepatu militer, kuat, nyaman dengan membawa Tali sepatu cadangan (1 Ps);
- Jas hujan jenis ponco terdapat lubang untuk kepala Jenis bahan tidak mudah sobek/berserat/plastic;
- Webbing bukan tali/tambang (plastic / sabut) dengan spesifikasi jenis tubular, Lebar 27 mm, Panjang 4 m, kondisi baik (tidak aus dan lapuk);
- Lampu senter menggunakan 2 buah baterai besar, diberi tali gantungan dengan bohlam cadangan (2 buah), baterai cadangan (2 buah);
- Lampu badai;
- Peralatan masak : misting / nasting lengkap dengan spesifikasi bahan aluminium dan memakai pembungkus, parafin atau kompos gas kecil;
- Perbekalan logistik, disesuaikan dengan rencana perjalanan dan jumlah anggota kelompok;
- Obat-obatan pribadi (alat P3K).

Bagaimana menurut anda ?

83 Komentar di “Peraturan baru di Gede Pangrango”

Halaman: « 1 [2] Show All

  1. 51
    gayuh Says:

    kita tunggu aja beberapa waktu ke depan..kita liat dampak dari keputusan tsb..inget ada “aks”i pasti ada”reaksi”.
    mungkin ini salah satu siasat untuk mengurangi jumlah pendaki yg hampir ribuan setiap bulannya akibatnya sampah selalu kt temui d sepanjang jalan TNGP….
    gw rela klo hasil dari tarif itu memang benar2 untuk menunjang dan melestarikan TNGP yang sangat mempunyai potensi pariwisata..tp klo memang ada salah satu oknum u kepentingan komersil….BANGSAT.itu stu kata bwt mereka……..

  2. 52
    lilo Says:

    Kita Bikin REKOR MURI n DUNIA DEMO DI PUNCAK GUNUNG GEDE PANGRANGO..?

  3. 53
    arif Says:

    TN gede pangrango dapat pembiayaan dari pemerintah melalui kemetrian kehutanan, mas pimpinan tngp kalo mo nyari duit pake cara laen, kalo bicara pemberdayaan penduduk lokal pake jalur pemda bukan tngp yang jadi unit bisnis, coba analisa penduduk lokal mana yang paling banyak dirugikan ketika aturan ini berlaku ? tolong yang paham uu/kepmen mengenai tngp dikaji apakah aturan baru ini nabrak uu/kepmen yang lama ? pemikiran yang aneh menyelamatkan ikan sakit dengan mengorbankan ikan yang sehat aneeeeeeh

  4. 54
    asfa Says:

    ini smua pasti ulah kapitalis yg didukung oleh oknum2 yg ingin mencari celah memperkaya diri sndiri meski yg jdi korbannya adalah kita sbg pewaris penajaga bumi nusantara.uang bukanlah yg mnyelamatkan bumi indonesia

  5. 55
    gayuh Says:

    Pertemuan dari group Facebook Tolak Komersialisasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang diadakan di Bumi Perkemahan Cibubur, tepatnya di area MCK 30 pada tanggal 6 s/d 7 Februari 2010 menghasilkan berbagai rumusan yaitu :
    1. Pembentukan Forum Komunikasi Pendaki Nusantara dengan Sekjend terpilih yaitu Sdr. Rizki Kadarusman.
    2. Pembentukan komisi-komisi, yaitu :
    - Komisi Aspek dan Kajian Hukum
    - Komisi Konsultasi dan Masukan
    - Komisi Aspek Sosial
    Acara ini dihadiri oleh lebih kurang 60 orang dari berbagai elemen dan profesi yang berasal dari JABODETABEK dan Pasuruan. Forum yang terbentuk bisa jadi sebagai aspirasi kekecewaan dari mandulnya PID dan PIW organisasi penggiat alam bebas di tingkatan mahasiswa.
    Memang forum ini boleh dibilang masih balita, namun bisa dilihat semangatnya.. semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang kental.
    Bravo Pendaki Nusantara..

  6. 56
    M. hakim Says:

    tepat hari minggu kmarin saya mendaki ke gunung gede pangrango secara ilegal melewati trek putri. diperjalanan tepatnya sebelum pos 4, saya berpapasan dengan sekelompok “ranger” yg saat itu turun..
    kemudian saya ditegur oleh salah satu dari mereka, dan mereka meminta ktp masing-masing dari kami.. memang saat itu kami salah, karna pada saat itu jalur pendakian ditutup akibat cuaca buruk.. tapi kami tetap melanjutkan pendakian. sesampainya disurya kencana ternyata ada seorang wisatawan asing yg ditemani “ranger” yg ingin turun melewati trek putri..
    kami pun heran, bukannya pendakian ditutup untuk umum??tapi kok ada wisatawan asing yg mendaki???
    apakah karna wisatawan asing yg memiliki materi lebih dibandingkan kami masyarakat biasa yg hanya bermodal keinginan untuk merasakan keindahan alam???

  7. 57
    hadya Says:

    memang tu gunung terkenal ma komersialisasinya. simaksi baru yang dibuat benar2 bikin repot para pendaki. tapi kita juga realistis memandang aturan tersebut. sebenarnya ketika kita mendaki gunung secara tidak langsung kita juga “merusak” ekosistim gunung tersebut. tapi menurutku hal ini terjadi ketika kita tidak menghayati makna dari “pecinta alam”. jujur, tiap kali aku naek gunung dan ketemu ma sesama pendaki yang membuang sampah sembarangan,hati ini rasanya miris. katanya pecinta alam tapi kok kelakuannya merusak alam.

    aku pernah sekali naek ke gunung gede pangrango. waktu itu pas ada acara bersih gunung jambore avtech.biayanya cuma 70.000 kalo ga salah dan otupun masih dapet kaos. pada acara itu juga diberikan sosialisasi tentang simaksi baru yang akan diterapkan taman nasional gede pangrango

  8. 58
    adhi Says:

    waw. . .
    ada bener’y juga c tp jgn terlalu memberatkan para pendaki . .
    kan kasian tuh yang mau melihat pemandangan indah dari gunung.
    =)

  9. 59
    joe Says:

    yang buat aturan kaya wakil Tuhan saja. memang negeri ini milik bapakmu. Gede-Pangrango dikomersilkan secara habis2an. paling-paling bapakmu dulu gak ikut berjuang.tapi kamu berusaha mengambil keuntungan dari buah kemerdekaan yang tidak ikut kamu perjuangkan. kami warga negara Indonesia pewaris sah negeri ini. berhak untuk melawan setiap ketidak adilan dari manusia Oportunis macam kamu.selama tidak menimbulkan kerusakan dan kekotoran di bumi ini.

  10. 60
    pink pasuruan jawa timur Says:

    gunung gede pangrango adalah milik bersama dan kita juga yang harus menjaga demi kelestarian alam, akan tetapi bila ada tarif yang begitu heboh mengguncang para pendaki senusantara apakah pihak TNGGP tak takut didemo oleh temen2 pecinta alam dan penggiat alam lainnya…. itu bukan mendukung aktifitas pendaki gunung tetapi malah membunuh kreatifitas para pendaki gunung yang ada diIndonesia…..

    Jawa Timur banyak gunung berserakan dimana tetapi Pihak Taman Nasional tak pernah membunuh kreatifitas para pendaki dengan tarif yang cukup mahal itu karena kita semua adalah saudara…

    apakah semua ini berkaitan dengan isi perut…..

  11. 61
    Acho Says:

    kami dari Forum Komunikasi Pendaki Nusantara,
    mengundang rekan2 yang ingin ikut sarasehan di balai taman nasional gunung gedepangrango,
    tanggal 1 s/d 2 april 2010, sarasehan ini membahas polemik dikalangan pendaki mengenai system guideyg berlaku sekarang, ..
    biaya mendaki yang memberatkan membuat sistem ini dipertanyakan efektivitasnya,
    kami juga mengharapkan kritik dan saran-saran yang membangun,

    trims

    salam lestari

  12. 62
    rizky Says:

    salam lestari……….
    menurut gw peraturan baru TNGP hanya mempersulit para pendaki, terlebih diberlakukan biaya guide….
    mungkin sisi positif dari diberlakukan peraturan tsb ada baiknya, namun hrusnya beri solusi yg lbh baik lagi supaya tdk memberatkan para pendaki.

    KARYA BHAKTIMU SUDAH DI TUNGGU DI ALAM LUAS NAN BIRU…..

    salam lestari……..

  13. 63
    paijo Says:

    jangan hanya bisa bicara ayo datang dan buktikan sikapmu pada 1 – 3 april 2010 di Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango…

  14. 64
    erie Says:

    wah…itu sih sama juga dengan pemerasan/pungli, kasihan dong pendaki yg datang jauh2 dari yogya, surabaya dll dan bawa uang cuma cukup untuk transport pp dan logistik, diharuskan sewa guide/porter 400ribu….!! wow..!!! dikemanain itu duitnya ya..?

  15. 65
    divad Says:

    woww….ngga salah tuh sewa guide 400 ribu sekali jalan sampai putri….? mendingan sekaian ke Gn, LAWU atau ke SEMERU aja kalau segitu gedenya pengeluaran…!!

  16. 66
    fahlan Says:

    terlalu berat buat pendaki dngan harga yang terlalu tinggi…..

  17. 67
    athep Says:

    fikirkan kantong pelajar…terlalu mahal untuk menyalurkan hoby kami…
    kami bukan konglomerat..

  18. 68
    arjo Says:

    Sekilas Info : Pada tgl 1 – 3 april 2010 di Balai TNGP, Cibodas, sedianya akan diadakan audiensi antara pihak perwakilan pendaki dgn pihak taman nasional,sehubungan dgn keluarnya sk.93/tngp/2009 ttg biaya jasa pemanduan di TN gede-pangrango yg menuai pro-kontra. Untuk rekan2 yg tdk setuju dgn kebijakan TNGP tsb dan b……ersedia hadir, namun perlu undangan resmi kpd Organisasinya masing2 harap konfirm ke sdr.ade kocil no di 08568660196 atau ipank nugraha di no 081586481669 selaku koordinator network kegiatan/komunikasi antar organisasi pencinta alam se-Indonesia khususnya utk permasalahan diatas. Dukungan anda adalah nyawa perjuangan ini. Kibarkan atribut kebanggaan masing-masing. Mari bersama menolak komersialisasi Taman Nasional

  19. 69
    arjo Says:

    Sekilas Info :
    Pada tgl 1 – 3 april 2010 di Balai TNGP, Cibodas,Bogor, Jawa Barat sedianya akan diadakan audiensi antara pihak perwakilan pendaki dgn pihak taman nasional,sehubungan dgn keluarnya sk.93/tngp/2009 ttg biaya jasa pemanduan di TN gede-pangrango yg menuai pro-kontra.
    Untuk rekan2 yg tdk setuju dgn kebijakan TNGP tsb dan bersedia hadir, namun perlu undangan resmi kpd Organisasinya masing2 harap konfirm ke sdr.ade kocil no di 08568660196 atau ipank nugraha di no 081586481669 selaku koordinator network kegiatan/komunikasi antar organisasi pencinta alam se-Indonesia khususnya utk permasalahan diatas. Dukungan anda adalah nyawa perjuangan ini. Kibarkan atribut kebanggaan masing-masing. Mari bersama menolak komersialisasi Taman Nasional

  20. 70
    Pandu Says:

    Wah apes bener sayah, padahal ke puncak Gede cuma buat jalan dan turun lagi, 8 jam juga udah selese, mesti bayar 400rebu. Ini juga sih gara2 pendaki kampungan otak udang yang suka nyampah di gunung gede/pangrango.

  21. 71
    athep Says:

    kalo 400 rebu buat pelajar??
    coba pikir ulang………..

  22. 72
    Bloks Says:

    kita siap mendukung perubahan yang mana harus dirubah,salam Rimba

  23. 73
    sunan_climber Says:

    mudah-mudahan hasilnya kembali lg seperti dulu lg….bis keberatan 400 rb…kesian buat ade2 kelas ku yg ingin ber pendidikan….

  24. 74
    sabwa Says:

    kayanya kebijakan itu kegedean deh buat isi kantong pelajar soalnya gue pelajar, mentang2 taman nasional dan letaknya deket dari jakarta ke cibodas dan jg salah satu gunung favorit. ya seharusnya gausah pake ditaek-taekin lah biayanya, apalagi pake guide jahahha kegedean tuh guide mintanya seharusnya kasih roko samsu dan permen lollipop aja.

  25. 75
    mael Says:

    Mohon dukungan U/ tanggal 10-04-2010 di CIBODAS bersama Dengan REPEAL Jakarta Membahas Tentang Guide dan Booking sebagai tindak lanjut dari aksi tanggal 1-3 April 2010 Tuk pesiapan tanggal 15-04-2010 karena akan diadakan demo besar-besaran bersama Warga setempat dan Para Pecinta Alam Se Indonesia. Untuk Info lebih lanjut HUB : Website REPEAL JAKARTA

  26. 76
    nurulusianto Says:

    salam lestari.
    sesuai dengan kegiatan sosialisasi SKB para pendaki dengan taman balai yang diadakan di cibodas bahwasanya keputusan hasil akhir yaitu :
    1. Dicabutnya SK yang mengunakaka Guide
    2. Pelaksnaan pendakian tetap menggunakan boking dan Quota
    Jadi kita dukung lagi dan meriahkan TNGP dengan menjaga kelestarian Alam dan Lindungilah hutan dengan tidak membuang sampah danvandalisme yang dapat merusak hutan ….salam lestari

  27. 77
    mael Says:

    Salam Rimba….
    Bener banget yang di bilang nurul, bahwasanya SK tentang GUIDE di TNGGP telah dicabut pada tanggal 15 April 2010.
    Maju terus Para petualang Indonesia.

  28. 78
    catur adventure marunda Says:

    ty to perjuangan smua kwn”. ingat sampah’y bawa turun. jgn mntang” d pos cibodas jarang yang ngawas ok….!

  29. 79
    asray Says:

    maaf neh baru tahu saya, truz gmn hasilnya dalam forum2 itu yg membahas Guide itu..???
    Nanti yg saya taskutkan ini menular ke semua Taman2 nasoinal se Indonesia..kita2 ini kan orang indonesia sendiri masa harus membayar mahal utk ini…memangnya itu Taman2 punya siapa..???
    pante

  30. 80
    Elang-Biru Says:

    Ada kalanya,peraturan itu benar dan harus ditegakan.Tapi,ada kalanya juga,peraturan itu dibuat justru demi kepentingan satu pihak atau per-orangan yg ingin memperkaya pundi-pundi kantongnya.
    Coba tengok ke gunung-gunung lain yg menjulang lebih tinggi dari Gede-Pangrango,Admin disana tak menerapkan peraturan yg serumit akses masuk Gede-Pangrango untuk mendaki.Apakah karena TNGP selama ini banyak dibiayai oleh bantuan dari Luar Negeri,hingga harus tunduk pada “Kesepakatan” dari Luar itu pula?
    Kalau begini caranya,lama-lama TNGP bisa disamakan seperti pemerintahan ‘Orba’ yg jadi “kacung” IMF.Diberi makan enak,tapi harus hidup di “Kandang” dan sesekali harus mau “Menjilat” pantat majikannya :) )…Ironis sekali!
    Well,semoga Admin disana dapat membuka mata,membuka telinga dan sadar,bahwa Gede-Pangrango adalah milik Negeri ini dan bukan milik bangsa luar.
    Jujur,saya adalah salah satu Leader kedua pada Organisasi Adventure yg dibentuk oleh orang Jepang,tapi tidaklah saya haru menjadi Jepang-Centris.Saya tetaplah anak bangsa ini dan bangga akan hal itu.
    Salam Hijau teman-teman dan tetaplah selalu menjadi seorang Pendaki atau Adventurer yg menjaga dan merawat keindahan alam ini dimanapun anda berada.

  31. 81
    widji Says:

    salam lestari…………….

    semesta alam dan Tuhan tau mana yg cri duit dri aturan yg g jelas arahnya ini…mo menikmati alam bebas kok kyk mo msk Taman Mini aja..

    save our earth.sob…

  32. 82
    ramon Says:

    yah…
    klo gtu pendakian gunung hanya untuk kalangan orang menengah ke atas dong.klo buat pelajar kaya saya gimana?
    melestarikan alam gak gitu juga kali,klo emang bner2 pengen mlestarikn alam,kenapa gak sekalian semuanya aja?gak harus gede-pangrango aj kan?

  33. 83
    pasir Says:

    liat aturan pendakian teknisnya deh
    1. ga boleh bawa handy talky, kalo ilang gimana komunikasinya ya? kalo pendaki terpisah gimana komuniksinya? gw kalo naik paling ga bawa dua handy talky.

    2. bawa trangia ga boleh ya? kan bukan kompor gas dan parafin? my god its out of date lah yauw waakakakakaak
    3. Headlamp boleh di bawa ga ya?
    4. Golok ga boleh, kalo ilang gimana survive ya kalo ga punya golok dan ga boleh bikin api unggun

Halaman: « 1 [2] Show All