Leuser 7 -hari ke 9&10, Loser & Leuser

(Hari Kesembilan) Jumats, 20 Juni 2008

Bivak Batu – Krueng Kluet 1 – Krueng Kluet 2 – Simpang Tanpa Nama – Camp Paya – Puncak Loser – Puncak Leuser
Deskripsi Jalur : Bivak Batu – Krueng Kluet 1 : Naik-turun punggungan tipis dengan vegetasi yang lumayan lebat. Menjelang Sungai Kluet 1, kita mesti menuruni jalur yang lumayan terjal, kemudian kita akan menyeberangi Sungai Kluet 1 tersebut. Lama waktu yang dibutuhkan dari Bivak Batu ke Krueng Kluet 1 kurang lebih 1 jam.

Deskripsi Jalur : Krueng Kluet 1 – Krueng Kluet 2 : Jalur di sini masih berisikan jalur dengan vegetasi yang cukup lebat. Menjelang Sungai Kluet 2, kita juga mesti menuruni jalur yang lumayan terjal, kemudian kembali kita akan menyeberangi Sungai Kluet 2 tersebut. Lama waktu yang dibutuhkan dari Krueng Kluet 1 ke Krueng Kluet 2 kurang lebih 1 jam.

03.00 Bangun tidur, masak, sarapan, beres-beres.
04.30 Summit Attack. Berangkat dari Bivak Batu menuju Krueng Kluet 2.
06.14 Tiba di Krueng Kluet 2, setelah sebelumnya melewati Krueng Kluet 1.
”Kami mulai Summit Attack pukul 04.30 pagi dari Bivak Batu menuju Krueng Kluet 2. Matahari yang masih saja malas mengeluarkan sinarnya senantiasa menemani perjalanan kami menuju Krueng Kluet 2. Tak terasa Krueng Kluet 1 pun terlewati begitu saja. Kami memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Dari Bivak Batu menuju Krueng Kluet 1, jalur naik-turun dan di warnai oleh lebatnya vegetasi. Jalur mulai turun terjal menjelang Krueng Kluet 1, dimana kita mesti menyeberangi Sungai Kluet 1 tersebut. Kluet 1 merupakan sebuah sungai kecil yang di sekitarnya terdapat lokasi camp. Lokasi camp di sekitar Krueng Kluet 1 ini memang sangat kecil, hanya cukup untuk 1 buah tenda. Sumber air di lokasi camp ini adalah air yang mengalir di Krueng Kluet 1.
Dari Krueng Kluet 1 menuju Krueng Kluet 2, kembali jalur bervegetasi lebat. Kemudian kita menuruni jalan menuju Krueng Kluet 2 dan menyeberangi Sungai Kluet 2 tersebut. Krueng Kluet 2 merupakan tempat camp yang tidak terlalu luas, hanya cukup untuk 1-2 buah tenda. Sumber airnya adalah Sungai Kluet 2 tersebut yang airnya cukup jernih.”

Deskripsi Jalur : Krueng Kluet 2 – Simpang Tanpa Nama : Jalur di sini tetap di warnai oleh naik-turun punggungan dengan vegetasinya yang rapat. Jalur memang terkesan sedikit lebih landai, walaupun ada beberapa bagian dari jalur ini yang memang cukup terjal. Lama waktu yang dibutuhkan dari Krueng Kluet 2 ke Simpang Tanpa Nama.

06.30 Berangkat dari Krueng Kluet 2 menuju Simpang Tanpa Nama.
08.00 Tiba di Simpang Tanpa Nama. Istirahat sejenak.
“Dari Krueng Kluet 2 menuju Simpang Tanpa Nama, jalur tetap naik-turun, namun terkesan lebih landai walaupun masih ada sedikit jalur yang terjal. Rapatnya vegetasi dan lumut-lumut pegunungan berbau khas juga masih setia menemani. Simpang Tanpa Nama merupakan sebuah lokasi camp yang lumayan luas, cukup untuk 3-4 buah tenda. Sumber airnya berupa genangan air seperti kebanyakan lokasi camp sebelumnya.”

Gbr. Simpang Tanpa Nama

Deskripsi Jalur : Simpang Tanpa Nama – Camp Paya : Jalur di sini tidak berbeda dengan jalur-jalur sebelumnya, dimana lebatnya vegetasi masih terlihat di sini. Yang berbeda mungkin hanya kondisi jalur menjelang Camp Paya, dimana padang luas dan ilalang-ilalang tinggi tersaji di sini. Oleh guide lokal dan masyarakat sekitar, tempat ini sering disebut sebagai ‘lapangan bola’. Lama waktu yang dibutuhkan dari Simpang Tanpa Nama ke Camp Paya kurang lebih 1 jam.

08.30 Berangkat dari Simpang Tanpa Nama menuju Camp Paya.
09.37 Tiba di Camp Paya. Istirahat sejenak.
”Dari Simpang Tanpa Nama menuju Camp Paya, jalur tidak banyak berubah. Yang berbeda mungkin hanya kondisi jalur menjelang Camp Paya. Ladang luas dengan ilalang-ilalang tinggi tersaji di sini. Camp Paya memiliki ruang yang cukup besar, cukup untuk 4-5 buah tenda. Sumber airnya masih berupa genangan air.”

Gbr. Camp Paya

“Camp Paya merupakan lokasi camp terakhir sebelum mencapai Puncak Loser. Selain itu, pemandangan yang tersaji dari lokasi camp ini juga sangat indah. Kita dapat dengan leluasa melihat punggungan menuju Puncak Loser dari lokasi camp ini.”

Deskripsi Jalur : Camp Paya – Puncak Loser : Jalur di sini memang sudah terlihat dengan jelasnya, namun tetap saja memberikan kesan yang lebih bervariasi dibandingkan dengan jalur-jalur sebelumnya. Di permulaan jalur, kita mesti melewati padang dengan ilalang-ilalang tingginya khas dari Camp Paya, kemudian kita akan kembali naik-turun punggungan yang terbuka lebar dengan jalur yang terlihat jelas dari jauh sekalipun. Di jalur ini, jejak-jejak dari harimau Sumatera juga masih akan sering kita temui. Yang menarik di sepanjang jalur ini adalah akhir jalur menuju Puncak Loser. Di tempat ini terdapat banyak sekali batuan vulkanik, mulai dari ukuran yang kecil hingga yang besar tersaji di tempat ini, yang menjadikan tempat ini sebagai padang batuan vulkanik yang berfungsi sebagai alun-alun Puncak Loser. Meskipun penampakan dari jalur tidaklah sejelas pada jalur sebelumnya, namun terdapatnya batu bersusun tiga sebagai tanda jalan sangatlah membantu para pendaki ketika melewati padang batuan vulkanik ini. Di padang batuan vulkanik ini, terdapat juga sebuah sungai kecil yang memiliki air yang sangat jernih. Padang batuan vulkanik ini merupakan lokasi yang akan mengantarkan para pendaki menuju Puncak Loser. Lama waktu yang dibutuhkan dari Camp Paya ke Puncak Loser kurang lebih 2 jam.

10.00 Berangkat dari Camp Paya menuju Puncak Loser.
11.15 Makan siang di alun-alun Loser (950 m. sebelum Puncak Loser).
”Dari Camp Paya menuju Puncak Loser, jalur lebih bervariasi. Permulaan jalur diwarnai oleh ilalang-ilalang tinggi di padang Camp Paya. Kemudian kita mesti kembali naik-turun punggungan yang terbuka lebar. Jalur yang terlihat jelas dari kejauhan memang membuat kita merasa sedikit malas untuk mencapai Puncak Loser. Jejak harimau Sumatera juga masih dapat kita jumpai di sini. Yang menarik adalah akhir jalur menuju Puncak Loser. Batuan-batuan vulkanik tersaji rapi di sini, mulai dari yang kecil hingga yang besar sekalipun. Jalur memang tidak sejelas jalur-jalur sebelumnya. Namun, kehadiran batu bersusun tiga cukup membantu para pendaki. Satu lagi yang unik dari akhir jalur menuju Puncak Loser ini adalah keberadaan dari sungai kecil yang memiliki air yang sangat jernih. Selain itu, jejak-jejak harimau Sumatera juga masih dapat kita jumpai di jalur ini. 11.40 Berangkat lagi menuju Puncak Loser.”

Gbr menuju Loser

12.10 Tiba di Puncak Loser. Istirahat dan foto-foto.
”Sementara di Puncak Loser, tim disambut oleh gagahnya Tugu Triangulasi yang berdiri kokoh dengan tinggi kurang lebih 2,5 meter. Puncak tertinggi kedua setelah Puncak Tanpa Nama ini juga dapat dijadikan lokasi camp dengan sumber airnya yang berupa genangan yang sangat bergantung pada turunnya hujan.”

Gbr. Puncak Loser

Deskripsi Jalur : Puncak Loser – Puncak Leuser : Jalur dari Puncak Loser menuju Puncak Leuser dapat dikatakan sebagai jalur yang cukup ekstrim, karena jalur di sini berisikan igir-igir tipis dan diperlukan kehati-hatian yang cukup tinggi jika kita melewati jalur ini. Menjelang Puncak Leuser, kita akan disambut oleh bentuk jalur yang cukup landai dan kemudian kita akan melewati jalur yang cukup terjal di akhir jalur menuju Puncak Leuser ini. Menjelang Puncak Leuser, juga terdapat sebuah alun-alun (padang batuan vulkanik), dimana kita dapat melihat Puncak Leuser dari kejauhan di tempat ini. Lama waktu yang dibutuhkan dari Puncak Loser ke Puncak Leuser kurang lebih 2 jam.
13.15 Berangkat dari Puncak Loser menuju Puncak Leuser.

Gbr dari loser ke leuser

15.30 Tiba di Puncak Leuser. Istirahat sejenak.
”Dari Puncak Loser menuju Puncak Leuser, jalur di warnai oleh igir-igir tipis yang dekat sekali dengan jurang, kehati-hatian ekstra diperlukan pada jalur ini. Menjelang Puncak Leuser, jalur cukup landai hingga masuk pada tahap cukup terjal di akhir jalur. Bebatuan vulkanik juga tampak indah di alun-alun Puncak Leuser. Kondisi di Puncak Leuser tidaklah seperti yang diharapkan. Hanya berupa tanah sepetak yang mungkin hanya cukup untuk 2 buah tenda. Yang menarik di sini adalah terdapatnya puncakan lainnya persis di hadapan Puncak Leuser tersebut. Puncakan tersebut juga memiliki jalur yang cukup jelas di punggungan utamanya.”

Gbr. Puncak Leuser

16.00 Berangkat dari Puncak Leuser menuju Basecamp di Bivak Batu.
”Jalur pulang kembali melewati jalur yang sama. Dari Puncak Leuser ke Puncak Loser, kita mesti menghadapi igir-igir tipis berteman jurang. Dari Puncak Loser menuju Camp Paya, tetap menggunakan jalur yang sama. Begitu juga dari Camp Paya menuju basecamp di Bivak Batu, tetaplah jalur yang sama.”

18.00 Tiba di Puncak Loser. Istirahat sejenak karena perjalanan dihajar hujan.
18.30 Berangkat dari Puncak Loser menuju Camp Paya.

Gbr. Perjalanan turun
20.00 Tiba di Camp Paya. Istirahat sejenak. Hujan masih turun cukup deras.
21.00 Berangkat dari Camp Paya menuju Bivak Batu. Pergerakan tim cukup lambat karena hujan yang terus turun dan kondisi tim yang mulai melemah.
04.00 Tiba di Basecamp di Bivak Batu. Melewati Simpang Tanpa Nama, Krueng Kluet 2, dan Krueng Kluet 1. Istirahat.

Berikut adalah data perjalanan turun
Hari ke 10, Sabtu, 21 Juni 2008
09.00 Bangun tidur, masak, sarapan, beres-beres.
13.45 Berangkat dari Bivak Batu menuju Bivak Kaleng.
16.30 Tiba di Bivak Kaleng. Ngecamp.
Hari ke 11, Minggu, 22 Juni 2008
06.00 Bangun tidur, masak, sarapan, beres-beres.
09.30 Berangkat dari Bivak Kaleng menuju Camp.
11.25 Tiba di Camp. Istirahat sejenak.
11.45 Lanjut jalan dari Camp menuju Bivak 3.
12.40 Makan siang di tengah perjalanan.
13.20 Jalan lagi menuju Bivak 3.
14.45 Tiba di Bivak 3. Lanjut jalan menuju Kolam Badak.
17.30 Tiba di Kolam Badak. Ngecamp.
Hari ke 12, Senin, 23 Juni 2008
05.15 Bangun tidur, masak, sarapan, beres-beres.
09.00 Berangkat dari Kolam Badak menuju Sungai Alas.

Gbr. Turun dari Kolam badak – Sungai Alas
11.45 Tiba di Sungai Alas. Makan siang.
13.15 Berangkat dari Sungai Alas menuju Blangbeke.
14.20 Tiba di Blangbeke. Istirahat sejenak sembari mengambil barang-barang yang ditimbun.
14.35 Berangkat dari Blangbeke menuju Bivak Lumut.
15.15 Tiba di Bivak Lumut. Istirahat sejenak.
15.45 Berangkat dari Bivak Lumut menuju Singamata.
16.25 Tiba di Singamata. Istirahat sejenak.
16.45 Lanjut jalan dari Singamata menuju Pepanji.
17.50 Tiba di Pepanji. Ngecamp.
Hari ke 13, Selasa, 24 Juni 2008
06.00 Bangun tidur, masak, sarapan, beres-beres.
09.30 Berangkat dari Pepanji menuju Lintasan Badak.
11.40 Tiba di Lintasan Badak. Makan siang.
12.40 Berangkat dari Lintasan Badak menuju Kayu Manis 3.
15.00 Tiba di Kayu Manis 3. Istirahat sejenak.
15.15 Berangkat dari Kayu Manis 3 menuju Kayu Manis 2.
16.08 Tiba di Kayu Manis 2. Istirahat sejenak.
16.15 Berangkat dari Kayu Manis 2 menuju Kayu Manis 1.
17.20 Tiba di Kayu Manis 1. Ngecamp.
Hari ke 14, Rabu, 25 Juni 2008
05.00 Bangun tidur, masak, sarapan, beres-beres.
08.45 Berangkat dari Kayu Manis 1 menuju Pucuk Angkasan.
09.34 Tiba di Pucuk Angkasan. Istirahat sejenak.
09.45 Berangkat dari Pucuk Angkasan menuju Bivak 2.
10.39 Tiba di Bivak 2. Istirahat sejenak.
10.45 Berangkat dari Bivak 2 menuju Bivak 1.
11.23 Tiba di Bivak 1. Makan siang.
12.20 Lanjut jalan dari Bivak 1 menuju Simpang Angkasan.
12.47 Tiba di Simpang Angkasan. Istirahat sejenak.
12.50 Jalan lagi dari Simpang Angkasan menuju Tobacco Hut.
14.05 Tiba di Tobacco Hut. Istirahat sejenak sembari mengambil air dan memberi logistik yang lebih kepada penduduk yang tinggal di sekitar Tobacco Hut.
14.40 Jalan dari Tobacco Hut menuju Green Sinebeuk.
16.00 Tiba di Wisma Pemda. Sebelumnya, tim sempat salah mengambil punggungan yaitu melewati jalur penduduk (petani tembakau) sehingga tidak melewati Green Sinebeuk. Tim juga sempat beristirahat di gubuk petani selama kurang lebih setengah jam.
-tamat-

31 Komentar di “Leuser 7 -hari ke 9&10, Loser & Leuser”

  1. 1
    tegar Says:

    “… wow,.. perjalanan yang melelahkan sepertinya.. tapi percaya deh ceritanya gak akan hilang seumur hidup.., BTW Orang Tua ini emang hebat deh… salut 4 jempol..”

  2. 2
    Ian Says:

    Perjalanan panjang ya salut deh angkat 2 jempol.. ^_^
    mmm..boleh tidak aku copy paste ke Blog ku?
    lagi ngumpulin Jalur pendakian gunung2 di Indonesia ne..

  3. 3
    aii-am Says:

    wuuiiiiiiiiH!

    Perjalanan panjang yang melelahkan…

    Berapa ya budget buat ekspedisi ke lauser?? Dari persiapan hingga perjalanannya??

  4. 4
    ricci hikmawati Says:

    Bravo…. Bravo…. two toes up!!!!
    Keren banget, salut buat bapa tua itu, walau 58 Tahun tapi energinya masih kayak anak muda. Kapan2 ajakin aq donk kalo ekspedisi….

  5. 5
    dhia Says:

    kayaknya perjalanannya cukup melelahkan juga yaaaaaaaaaaaaa, tp mantap………. tunggu kami disana yeeeeeeeeeee……….

  6. 6
    elgo Says:

    gilaaaa..AAAA..aaaaa
    sampe merinding ngebayanginnya?
    anak cucu pasti tertantang, klo dy tau siapa sebenarnya kakeknya ini?
    sukses,.. jng pernah sedikit pun ada hasrat untuk berhenti….. forzaaaa…AAA…aaaaa ………. ?
    yaaAAAaaaaaaa, ….. MaaaAAAAAaaaaaaaaaaaann

  7. 7
    Hary Says:

    waw mau juga tuh… ntar saya juga mau ke sanaaaaaaaa…. itu pada Taap ga sih?????? kan naik turuuuun jalurnya (katanya)……

  8. 8
    loepoes Says:

    wuiiiiiiiiiiiihh,
    ane jadi ngiri nech cek, padahal ane puengeeeeeeeeeeeeeeeee..nn banget ngedaki sampe dua puncak itu (leuser n’ loser). kira-kira butuh dana berapa ya??

  9. 9
    januar Says:

    gunung leuser gunung yang paling hebat menurut gw coz perjalananya sangat melelahkan….salam rimba…….selamatkan hutankami

  10. 10
    jallink Says:

    KARENA GUNUNG ADA DI SITU.
    SEMANGAT DAN PANTANG MUNDUR SAUDARA(I)

    SALAM RIMBA

    J A L L I N K

  11. 11
    alfian Says:

    mantap….salut buat mapala UI. Kapan neh main2 ke kalimantan selatan lintas pegunungan meratus.
    Salam Lestari….

  12. 12
    fariz Says:

    Gag begitu bagus terencana. Leave to Trace,… terlalu banyak makan waktu

    Sampai sekarang belum ada yang bisa mecahkan rekor DWISPALA Medan, Dwiwarna. Anak2 SMA itu berhasil menembus lebatnya Leuser dalam waktu 11 hari

  13. 13
    aries Says:

    Untuk Fariz
    Banyak tujuan dalam mendaki gunung
    dari tujuan melatih perencanaan, tujuan waktu tempuh (kebut gunung), tujuan rekreasi, tujuan membuka lintasan baru,tujuan penelitian dll.
    Mungkin dari tujuan tersebut dapat nantinya diturunkan menjadi perencanaan.
    Kalo tujuanya kebut gunung mungkin logistik dan kenyamanan bisa diturunkan standarnya.
    kalo tujuan buka jalur di leuser menurut gua 20 hari pun tak cukup.
    Kalo tujuanya menikmati perjalanan tanpa menghilangkan esensi pendakian, 14 hari mungkin waktu yang masih dapat di terima.
    KAlo tujuan penelitian plastma nutfah jalur dileuser 30 haripun terasa kurang.
    Kalo tujuanya pemecahan rekor… rekor apa yang harus dipecahkan.esensi mendaki gunung adalah mengenal kemampuan diri.

    sekian saja. selamat mendaki gunung.

  14. 14
    Makky/M-327-UI Says:

    Fariz, FYI sepengetahuan saya tim Palasi SMAN 1 Jakarta (waktu itu semua anggota tim kelas 2), merupakan tim SMA pertama yang mencapai puncak Leuser di tahun 1988.

  15. 15
    kandu Says:

    ass
    mantapppppssssssssss

  16. 16
    jeffry Says:

    salam lestari..
    bory,,ni kok jadi ajang saling menyombongkan antar mapala yah?
    hehehe..

    saia mengira mapala ui memiliki tujuan baik gitu,dia memberikan kronologis secara jelas buat orang2 yang memang blum atau sudah pernah ke sana..saia kira mereka mempublikasikan ini bukan sekedar buat gaya2an..tapi mimiliki tujuan baik yaitu buat menambah info bagi kita2,ap betul??
    bukan maksud meyinggung..

    thx.

  17. 17
    bulan1/2 Says:

    menurut gw, artikel ini dipertuntukan untuk berbagi informasi, dan cerita. Jadinya tidak usah banyak dipertanyakan ini itu.. karena sebaiknya segla hal dilihat sisi baiknya…. karena merugi sekali waktu kita untuk memperdebatkan hal2 yang kurang berguna.

  18. 18
    wita Says:

    coba kaLo kemarin saya di terima di UI..
    saya berharap saya bisa ikut bergabung di MAPALA UI..

  19. 19
    rika Says:

    salam lestari…..!
    salam knl bwt pecinta alam seluruh indonesia
    knpa pd membggakan dr pdhl datas langit masih ada langit…
    gw yakin anak2 mapala UI bukan ingin menyombongkan diri but cm ingin memberi informasi tntng kegiatan yang mereka lakukan ……

  20. 20
    mamat Says:

    salam lestari……..!!!!

  21. 21
    uun Says:

    asmkm bos……
    salam kenal gue uun dari mapala LEUSER aceh….
    mantab ne perjalanan nya….

    hamper2 mirip kami kemaren 3-17 agustus 2009……
    tapi kami agak kurang beruntung di cuacanya bos,,,,,,
    sehingga kurang view untuk perjlanan.
    btw kemaren guide na sama siapa bos.
    karena aku ada liat fhoto wisma pemda gayo lues yang dikelola oleh pak umar???????
    thanx………..
    salam dari aceh buat anak-anak mapala UI.

  22. 22
    loepoes Says:

    waduh… gw pengen banget loh kesana. Tapi sampe sekarang lom kesampean. ada saran biar gw nyampe kesana gak ???

  23. 23
    Dicky Says:

    wooowwww…. “Kreen memang ‘LEUSER’nya”

    perjalananya Mak’nyoossss……

    salam kenal dr Mapala Zhigring Universitas Ichsan Gorontalo
    Untuk kalian semua Pencinta Alam Indonesia

  24. 24
    kuro Says:

    mantab…

  25. 25
    anak metal Says:

    WOW…
    ksana ah… tampaknya perbekalan dan logistik adalah yang pling utama di luar kondisi fisik yah??? perlu ga membawa GPS??? punggungan tiada akhir…wew

  26. 26
    stefri Says:

    FANTASTIK! LUAR BIASA!
    salut buat anak bangsa yg berhasil menunjukkan rasa cintanya pada kekayaan bangsanya sendiri. aku jadi “ngiler” pengen daki. tapi masih butuh banyak persiapan.

  27. 27
    iyut Says:

    buat referensi nih…. pengen banget ke leuser nih……….

  28. 28
    Anto Says:

    Jika saya bisa ke puncak leuser,rasanya aku tidak akan mungkin kesana.

  29. 29
    kepies gayo Says:

    lestari dari mapala lp3m

  30. 30
    Cliff Says:

    Numpang tanya…, kalo dari Simpang Tanpa Nama mau menuju ke Puncak Syamsudin (Puncak Tanpa Nama), kira2 butuh waktu berapa lama (standar)? dan apakah dibutuhkan peralatan Khusus atau tidak (cukup dengan berjalan kaki) untuk menuju Puncak Tanpa Nama?

    Trimakasih…, btw, tulisannya sangat menarik. Sukses slalu MAPALA UI..

  31. 31
    sanuli Says:

    Pendakian Ke Puncak Leuser,membuat kita menyadari akan kebesaran Sang Penguasa Semesta Jagad Raya,dan di saat kita jauh diatas sana kita pun meindukan orang orang yang ada di bawah sana.Sampaikan salamku pada langit dan bumi,damai sejahtera buat alam semesta raya.