(Hari Keenam) Selasa, 17 Juni 2008
Blangbeke – Camp Alas – Kolam Badak
Deskripsi Jalur : Blangbeke – Sungai Alas : Di permulaan jalur, padang luas dengan jalur yang cukup landai terus menemani kita hingga akhirnya kita mesti menuruni punggungan menuju Sungai Alas. Sebelum sampai di Sungai Alas, jalur terus berisikan pohon-pohon berduri. Kita juga mesti melewati 2 buah anak sungai sebelum sampai di Sungai Alas. Lama waktu yang dibutuhkan dari Blangbeke ke Sungai Alas kurang lebih 1 jam.
05.30 Bangun tidur, masak, sarapan, beres-beres.
09.30 Berangkat dari Blangbeke menuju Sungai Alas.
10.30 Tiba di Sungai Alas. Bersih-bersih badan sejenak.
”Tak terasa hari telah berganti, pagi ini matahari telah bersinar terang. Seperti biasa, kami langsung mengambil kompor yang tergeletak di bawah flysheet berembun, kemudian menyalakannya untuk segera membuat minuman hangat dan sarapan pagi ini. Sayuran mulai disiangi dan tuna kaleng yang menjadi menu andalan telah dibuka. Ketika kami mulai memasak, dari dalam tenda Ardi keluar sambil membawa radio yang telah dinyalakan. ”Asyik juga lagunya, dangdut lagi”, begitu kata Sofyan.
Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Ya!!! Saatnya sarapan!!Horeeeee. Fahmi dengan lahapnya menyantap makanan tanpa tersisa sedikit pun. Selesai sarapan, kami mulai merubuhkan tenda serta flysheet untuk kami packing kembali ke dalam carrier, ya begitulah ritual kami sehari-hari.
Perjalanan dimulai, langkah demi langkah kami kayuh. Dari Blangbeke menuju Sungai Alas, jalur landai seperti di Argopuro terus menemani hingga akhirnya menuruni punggungan menuju Sungai Alas yang mesti diseberangi. Debit air Sungai Alas yang hanya setinggi tulang kering orang dewasa membuat hulu sungai ini tidak terlalu sulit untuk di seberangi. Namun, kami mesti tetap waspada karena batuan-batuan yang ada di dalamnya sangat licin, selain itu dinginnya air membuat kaki terasa beku.”

Gbr. Sungai Alas
Deskripsi Jalur : Sungai Alas – Kolam Badak : Awal jalur masih berupa jalur-jalur padang yang luas. Kemudian kita akan memasuki jalur bervegetasi rapat dengan ranting-ranting pohon yang seakan menutupi jalur. Tak berbeda jauh dengan jalur di gunung ini pada umumnya, kita juga mesti terus naik-turun punggungan dan mesti melewati pohon-pohon melintang.
11.30 Berangkat dari Sungai Alas menuju Kolam Badak.
12.30 Makan siang.
13.30 Melanjutkan perjalanan menuju Kolam Badak.
16.40 Tiba di Kolam Badak. Ngecamp.
”Dari Sungai Alas menuju Kolam Badak, awal jalur masih berupa padang yang luas. Kemudian masuk lagi ke jalur bervegetasi rapat dengan ranting-ranting pohon yang menghantui jalur. Pohon-pohon melintang dan naik-turun punggungan pun mesti kami lalui. Kolam Badak tidaklah terlalu luas, hanya cukup untuk berdirinya 2-3 buah tenda. Sumber airnya masih berupa genangan air. Namun, yang membedakannya dengan genangan air di lokasi camp lainnya adalah ukurannya. Ukuran genangan air di Kolam Badak cukup besar dan menyerupai sebuah kolam. Jika kita ingin mengambil air di sini, kita mesti waspada agar tidak tercebur ke pinggiran kolam ini. Hal ini dikarenakan kita hanya dapat mengambil air dari tengah-tengah kolam ini.”

Gbr. Kolam Badak
(Hari Ketujuh) Rabu, 18 Juni 2008
Kolam Badak – Bivak III – Camp Tanpa Nama
Deskripsi Jalur : Kolam Badak – Bivak 3 : Jalur di sini tidak jauh berbeda dengan jalur-jalur sebelumnya, yaitu jalur bervegetasi rapat dengan pohon-pohon melintang. Mungkin hanya di akhir jalur saja yang berbeda, dimana kita akan melewati padang yang cukup landai dan terbuka. Lama waktu yang dibutuhkan dari Kolam Badak ke Bivak 3 kurang lebih 4 jam.
06.00 Bangun tidur, masak, sarapan, beres-beres.
09.30 Berangkat dari Kolam Badak menuju Bivak 3.
13.47 Tiba di Bivak 3. Istirahat makan siang.
Deskripsi Jalur : Bivak 3 – Camp Tanpa Nama : Di sini, kita juga mesti kembali naik-turun punggungan dengan vegetasi yang lumayan rapat. Di samping itu, terdapat sebuah pemandangan yang luar biasa ketika kita melalui beberapa igir-igir tipis, dimana kita akan melihat bagaimana lebatnya hutan pegunungan di sini.
14.30 Berangkat dari Bivak 3 menuju Camp.
16.45 Tiba di Camp Tanpa Nama. Ngecamp.
”Puncak Loser terlihat dikejauhan, semakin membuat kami penasaran untuk menjejaki puncaknya dengan cepat. Ya !! Karena puncaknya seperti misteri yang mesti ungkap. Rasa penasaran ini seolah membuat mental kami kembali kuat, walaupun tubuh kami terlihat layu.”

Gbr. Tanpa Nama
“Jalur dari Kolam Badak menuju Camp cukup berat. Dari Kolam Badak menuju Bivak 3, jalur kembali berisikan vegetasi-vegetasi rapat dan pohon-pohon melintang. Dari Bivak 3 menuju Camp, naik-turun punggungan, igir-igir tipis, sebuah pemandangan yang luar biasa. Camp, lokasinya cukup lebar dan luas. Pemandangan yang tersaji di sini pun sungguh luar biasa. Suhu di sini dapat dikatakan lebih dingin bila dibandingkan dengan tempat ngecamp lainnya, kecuali Kayu Manis 1. Sumber air di sini tidaklah banyak. Hanya berupa genangan air kecil yang tersebar di sekitar lokasi Camp ini.”
(Hari Kedelepan)Kamis, 19 Juni 2008
Camp Tanpa Nama – Bivak Kaleng – Bivak Batu
Deskripsi Jalur : Camp Tanpa Nama – Bivak Kaleng : Jalur di sini masih berupa naik-turun punggungan bervegetasi rapat, pohon-pohon melintang, dan lumut-lumut pegunungan yang tersebar di sepanjang jalur. Lama waktu yang dibutuhkan dari Camp Tanpa Nama ke Bivak Kaleng kurang lebih 2 jam.
06.00 Bangun tidur, masak, sarapan, beres-beres.
09.00 Berangkat dari Camp menuju Bivak Kaleng.
”Dari Camp Tanpa Nama menuju Bivak Kaleng, jalur diwarnai dengan naik-turun punggungan, di sela-sela rapatnya vegetasi. Bivak Kaleng memiliki ruang yang tidak terlalu luas, hanya cukup untuk 1-2 buah tenda. Di sini, terdapat juga beberapa kaleng berkarat peninggalan orang-orang Belanda yang tergeletak begitu saja. Sumber air di sini berupa genangan air yang terletak persis di samping lokasi camp.”
11.10 Tiba di Bivak Kaleng. Makan siang.

Gbr. Bivak Kaleng
Deskripsi Jalur : Bivak Kaleng – Bivak Batu : Naik-turun punggungan, pohon-pohon melintang, dan lumut-lumut yang tumbuh di batang-batang pohon besar masih terdapat di jalur ini. Lama waktu yang dibutuhkan dari Bivak Kaleng ke Bivak Batu kurang lebih 3 jam.
12.00 Jalan dari Bivak Kaleng menuju Bivak Batu.
15.06 Tiba di Bivak Batu. Ngecamp.
”Sementara dari Bivak Kaleng menuju Bivak Batu, naik-turun jalur diramaikan oleh lumut-lumut hijau pegunungan yang tumbuh di batang pohon-pohon besar. Pohon-pohon melintang pun tak terlupakan di jalur ini. Bivak Batu merupakan tempat yang cukup luas untuk membangun camp, cukup untuk 3-4 buah tenda. Di sekitar lokasi camp banyak sekali terdapat batuan vulkanik yang berukuran cukup besar. Mungkin karena terdapat batuan tersebut, maka tempat ini disebut Bivak Batu. Sumber air genangan pun juga terdapat di sini. Bivak Batu ini merupakan camp terakhir kami sebelum mencapai puncak Loser dan Leuser. Di hari ini kita memutuskan untuk melakukan Summit Attack dari Bivak Batu ini menuju kedua puncak tersebut.”

Gbr. Bivak Batu
November 15th, 2008 at 21:58
kabutnya keren juga………. apalagi sambil ngopi dan makan telur rebus
mantap mentonggggggg………… nyambunng dimana yah ma telur heeeeeeee………. salam kenal aja dari seriti
November 19th, 2008 at 23:18
dingin bana tuuuuuu.
pengen kesana tuhhhh……..
kapan lagi ksana?
December 30th, 2008 at 22:01
huuuuuuu,,,pengen nya kesana,,,aku aja yg dari mapala aceh belum kesana,,,ajak2 yaa kalau mau kesana….salam lestarii dan salam kenal buat anak mapala UI…