Leuser 5- hari ke 4&5

(Hari Keempat)Minggu, 15 Juni 2008

Kayu Manis I – Kayu Manis II – Kayu Manis III – Lintasan Badak
Deskripsi Jalur : Kayu Manis 1 – Kayu Manis 2 : Permulaan jalur berisikan naik-turun punggungan dengan vegetasi yang lumayan rapat. Kemudian di akhir jalur, kita akan menjumpai ilalang-ilalang tinggi yang terkesan menutupi jalur. Akibatnya, jalur pun sedikit sulit untuk dilihat dan tidak sejelas jalur-jalur sebelumnya. Lama waktu yang dibutuhkan dari Kayu Manis 1 ke Kayu Manis 2 kurang lebih 2 jam.

06.00 Bangun tidur, sarapan, beres-beres.
09.00 Berangkat dari Kayu Manis 1 menuju Kayu Manis 2.
”Pagi ini terasa lebih dingin dari biasanya, suhu mencapai 4oC ditambah angin yang bertiup cukup kencang, hingga kami menyekap-nyekapkan jaket tebal yang menyelimuti tubuh kami saat keluar dari dalam tenda untuk kemudian menyediakan sarapan. Sekejap semua tim sibuk dengan kegiatannya masing-masing, ada yang memasak, membongkar sebagian tenda, melepas flysheet, memotret dan lain-lain. Namun, semua kegiatan terhenti ketika Ali berteriak, ”Makanan siap”. Tanpa basa-basi kami pun langsung mengambil piring masing-masing sambil menyendok nasi serta lauk dan sayur yang tersedia. Selesai sarapan kami pun kembali sibuk untuk melakukan packing. Seperti hari-hari sebelumnya, beberapa dari kami menyalakan api untuk membakar sampah-sampah yang ada.
Setelah packing dan mematikan api unggun yang tersisa, kami pun melanjutkan perjalanan. Target kami hari ini adalah Lintasan Badak. Baru sebentar berjalan, kami langsung disuguhkan dengan tanjakan terjal serta menuruni punggungan dengan vegetasi yang lumayan rapat. Kemudian di akhir jalur, kita akan menjumpai ilalang-ilalang tinggi yang terkesan menutupi jalur. Akibatnya, jalur pun sedikit sulit untuk dilihat dan tidak sejelas jalur-jalur sebelumnya. Lama waktu yang dibutuhkan dari Kayu Manis 1 ke Kayu Manis 2 kurang lebih 2 jam.
an rapat. Kayu Manis 2 lumayan luas, cukup untuk 2-3 buah tenda. Lokasinya yang terbuka membuat suhu di tempat ini lumayan dingin, karena angin dapat lalu-lalang di tempat ini dengan leluasa. Sumber air di sini juga berupa genangan air yang terisi jika terjadi hujan.”

Deskripsi Jalur : Kayu Manis 2 – Kayu Manis 3 : Di awal jalur, ilalang-ilalang tinggi masih sedikit menutupi jalur di sini. Kemudian, kita akan naik-turun punggungan. Hingga akhirnya pada akhir jalur kita akan menjumpai ilalang-ilalang tinggi yang berbeda dengan ilalang-ilalang sebelumnya, karena tidak terlalu menutupi jalur. Lama waktu yang dibutuhkan dari Kayu Manis 2 ke Kayu Manis 3 kurang lebih 1 jam.

10.55 Tiba di Kayu Manis 2, lanjut lagi menuju Kayu Manis 3.
11.52 Tiba di Kayu Manis 3.
12.00 Istirahat makan siang.
”Setelah melewati Kayu Manis 2, ilalang-ilalang tinggi masih sedikit menutupi jalur. Kemudian, kami menaiki punggungan serta menuruninya. Pada akhir jalur, kami pun menjumpai ilalang-ilalang tinggi yang berbeda dengan ilalang-ilalang sebelumnya, karena tidak terlalu menutupi jalur. Lama waktu yang dibutuhkan dari Kayu Manis 2 ke Kayu Manis 3 kurang lebih 1 jam.
Kayu Manis 3 ini merupakan lokasi camp yang tidak terlalu luas, cukup untuk 1-2 buah tenda. Kayu Manis 3 hampir mirip dengan Kayu Manis 2, dimana ilalang-ilalang tinggi mengelilingi lokasi ini. Sumber air di tempat ini adalah genangan air, yang airnya sangat bergantung oleh turunnya hujan.”

Deskripsi Jalur : Kayu Manis 3 – Lintasan Badak : Jalur di sini masih tidak jauh berbeda dengan jalur-jalur pada umumnya. Naik-turun punggungan, pohon-pohon melintang, serta rapatnya vegetasi dengan lumut-lumut pegunungan yang tersebar di sepanjang jalur. Lama waktu yang dibutuhkan dari Kayu Manis 3 ke Lintasan Badak kurang lebih 2 jam.

12.48 Jalan dari Kayu Manis 3 menuju Lintasan Badak.
15.00 Tiba di Lintasan Badak. Ngecamp.
“Tidak jauh berbeda dengan jalur-jalur sebelumnya, jalur dari Kayu Manis 3 menuju Lintasan Badak adalah naik-turun punggungan, melewati pohon-pohon melintang, dan rapatnya vegetasi dengan lumut-lumut pegunungan yang tersebar di sepanjang jalur. Lama waktu yang dibutuhkan dari Kayu Manis 3 ke Lintasan Badak kurang lebih 2 jam.
Lintasan Badak memiliki ruang yang lumayan luas, cukup untuk 3-4 buah tenda dan tanahnya cukup datar. Suhu di tempat ini terkesan lebih hangat daripada lokasi camp lainnya, karena letaknya terlindungi oleh pepohonan besar. Sumber air di tempat ini berupa sebuah genangan air yang berisi cukup banyak persediaan air.”

Gbr. Lintasan Badak

(Hari Kelima) Senin, 16 Juni 2008

Lintasan Badak – Pepanji – Singamata – Bivak Lumut – Blangbeke

Deskripsi Jalur : Lintasan Badak – Pepanji : Jalur di sini berisikan medan-medan yang cukup terjal. Naik-turun punggungan, rapatnya vegetasi, pohon-pohon melintang, dan lumut pegunungan juga masih akan terlihat di jalur ini. Yang perlu dicatat adalah adanya beberapa bagian dari jalur ini yang tidak terlihat dan beresiko menyesatkan. Lama waktu yang dibutuhkan dari Lintasan Badak ke Pepanji kurang lebih 3 jam.

06.00 Bangun tidur, sarapan, beres-beres.
09.00 Berangkat dari Lintasan Badak menuju Pepanji.
11.00 Istirahat makan siang sebelum Pepanji. Lanjut jalan lagi menuju Pepanji.
13.00 Tiba di Pepanji. Lanjut jalan lagi menuju Blangbeke.
”Target pendakian hari ini adalah menuju ke Blangbeke. Tapi sebelum menuju Blangbeke kami terlebih dahulu menuju ke Pepanji. Pepanji merupakan lokasi camp yang tidak terlalu luas, cukup untuk 2-3 buah tenda. Kekurangan dari lokasi ini adalah tanahnya yang cenderung tidak datar, sehingga sedikit membuat rasa tidak nyaman jika membangun camp di sini. Sumber airnya adalah sebuah genangan air yang letaknya sekitar 10 meter dari lokasi camp.”

Gbr. Pepanji

“Jalur menuju tempat ini merupakan medan yang cukup terjal. Naik-turun punggungan, rapatnya vegetasi, pohon-pohon melintang, dan lumut pegunungan juga masih akan terlihat di jalur ini. Yang perlu dicatat adalah adanya beberapa bagian dari jalur ini yang tidak terlihat dan beresiko menyesatkan. Selain itu, adanya jejak Harimau Sumatera pun sedikit menciutkan nyali kami untuk meneruskan perjalanan. Lama waktu yang dibutuhkan dari Lintasan Badak ke Pepanji kurang lebih 3 jam.”

Deskripsi Jalur : Pepanji – Singamata : Hampir tidak ada perbedaan yang mencolok antara jalur ini dengan jalur-jalur sebelumnya. Naik-turun punggungan dengan vegetasi yang rapat masih dapat kita jumpai di sini. Lama waktu yang dibutuhkan dari Pepanji ke Singamata kurang lebih 2 jam.

Deskripsi Jalur : Singamata – Bivak Lumut : Jalur di sini masih berisikan rapatnya vegetasi, pohon-pohon melintang, dan lumut-lumut pegunungan. Lama waktu yang dibutuhkan dari Singamata ke Bivak Lumut kurang lebih 2 jam.

Deskripsi Jalur : Bivak Lumut – Blangbeke : Permulaan jalur masih berisikan naik-turun punggungan bervegetasi rapat. Sementara di akhir jalur menuju Blangbeke, kita akan menjumpai padang luas dengan batuan vulkaniknya yang ditumbuhi oleh rumput-rumput liar. Di jalur ini, kita akan menjumpai jejak-jejak harimau Sumatera yang ternyata gemar melewati jalur ini. Lama waktu yang dibutuhkan dari Bivak Lumut ke Blangbeke kurang lebih 2 jam.

18.52 Tim komplit tiba di Blangbeke, setelah sebelumnya melewati Singamata dan Bivak Lumut. Ngecamp.
”Perjalanan dilanjutkan dengan jalur yang tidak berbeda jauh dengan jalur-jalur sebelumnya. Naik-turun punggungan dengan vegetasi yang rapat masih kami jumpai saat menuju Singamata. Lama waktu yang dibutuhkan dari Pepanji ke Singamata kurang lebih 2 jam.”

Gbr Singamata

“Singamata memiliki ruang yang lumayan sempit, dimana hanya cukup untuk 1 buah tenda. Lokasi ini ditumbuhi oleh lumut-lumut yang seakan menjadi alas di lokasi ini. Tanahnya yang tidak datar dan tidak terdapatnya sumber air membuat tempat ini tidak cukup nyaman untuk dibangunnya sebuah camp.
Tanpa singgah, kami pun langsung melanjutkan perjalanan menuju Bivak Lumut. Jalur menuju tempat ini masih merupakan vegetasi rapat, pohon-pohon melintang, dan lumut-lumut pegunungan. Lama waktu yang dibutuhkan dari Singamata ke Bivak Lumut kurang lebih 2 jam.”

Gbr. Bivak Lumut

“Lokasi ini tidak memiliki ruang yang luas, hanya cukup untuk 1 buah tenda. Sebenarnya, lokasi ini tidak terlalu nyaman untuk dibangunnya sebuah camp karena ruangannya sempit dan tidak terdapatnya sumber air di sini. Namun, tempat ini sangat cocok bagi para pendaki untuk melepas sejenak lelah mereka sebelum melanjutkan perjalanan.
Perjalanan dilanjutkan menuju Blangbeke, permulaan jalur masih naik-turun punggungan bervegetasi rapat. Sementara di akhir jalur menuju Blangbeke, kita akan menjumpai padang luas dengan batuan vulkaniknya yang ditumbuhi oleh rumput-rumput liar. Di jalur ini, kita akan menjumpai jejak-jejak Harimau Sumatera yang ternyata gemar melewati jalur ini. Lama waktu yang dibutuhkan dari Bivak Lumut ke Blangbeke kurang lebih 2 jam.”

Blangbeke merupakan sebuah padang yang amat luas dengan batuan vulkanik dan rumput-rumput liar yang terdapat di hampir seluruh wilayah ini. Blangbeke benar-benar menjadi sebuah lokasi camp yang nyaman, karena di samping lokasinya yang cukup luas, pemandangan di sini juga sangat indah. Sumber air di Blangbeke berupa genangan-genangan air yang tersebar di seluruh wilayah ini. Satu hal yang menarik dari Blangbeke ini adalah terdapatnya sebuah pintu gerbang sebagai tanda kita memasuki wilayah padang luas ini.
Malam hari, pertama kalinya rintik-rintik hujan turun. Di bawah flysheet yang melambai-lambai, kami susun potongan-potongan kayu yang sedikit basah untuk kami jadikan api unggun. Suara musik yang keluar dari radio butut menemani kami saat membuat masakan. Seruput demi seruput teh hangat kami minum, namun udara dingin masih saja merasuk.
Menu makan malam telah siap. Sambil mengempit-ngempit jaket, kami pun menaruh makanan ke dalam piring kami masing-masing. Seperti biasa, kami mulai membuka obrolan santai khas makan malam sambil menyantap makanan yang lumayan mewah juga untuk ukuran pendakian. ”Ya… itung-itung ngilangin bosan lah”. Malam pun semakin larut, kini satu per satu dari kami mulai masuk ke dalam tenda sambil menyekakan sleeping bag.”

2 Komentar di “Leuser 5- hari ke 4&5”

  1. 1
    ricci hikmawati Says:

    Perjalanan yang sangat melelahkan pastinya, membayangkannya saja seperti serasa mengikuti ekspedisi leuseur ini. Tapi salut untuk Mapala, bravo!!! Andaikan saja bisa ikut kesana, Pasti sangat menyenangkan..

  2. 2
    dhia Says:

    serasa…………………………………………………………
    ……………………………………… asyik juga ya………….

Tulis Komentar