Global Warming: Ramalan Hancurnya Kehidupan Manusia

Global warming menjadi sebuah tema yang sedang marak diperbincangkan oleh banyak pihak. Berbagai media massa menjadikan masalah ini sebagai sorotan utama dan kalimat pengisi headline. Apakah ini adalah permasalahan baru yang dihadapi umat manusia? Tentu saja tidak, pemanasan global adalah isu lama yang kian menghangat, dalam pengertiannya secara harfiah maupun metaforis.

Secara umum, global warming dapat didefinisikan sebagai proses menghangatnya bumi dalam beberapa kurun waktu. Proses ini adalah gejala alamiah, jika bumi tidak mengalami penghangatan maka dapat dipastikan bahwa bumi akan membeku seperti pada masa ice age. Lalu, kalau global warming adalah suatu gejala alamiah kenapa begitu banyak pihak yang meributkannya? Permasalahannya adalah ulah manusia yang telah menjadikan proses ini berjalan abnormal.

Sejak berkembangnya teknologi industri, pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam dan batubara meningkat dengan pesat. Penggunaan sumber energi ini menghasilkan emisi gas buangan dengan karbondioksida (CO2) sebagai kandungan yang dominan. Apa akibatnya? Akibatnya gas CO2 ini terakumulasi dan membentuk sebuah lapisan pada atmosfer bumi. Lapisan inilah yang kemudian menjadi ‘kaca penahan’ bagi panas bumi yang keluar. Panas bumi tersebut dipantulkan berkali-kali sehingga memperkuat penghangatan yang terjadi secara alamiah. Umumnya peristiwa ini disebut sebagai Greenhouse Effect.

Bahaya utama dari peristiwa tersebut adalah meningkatnya temperatur bumi yang mengalami efek domino. Kronologisnya adalah sebagai berikut: Pertama, temperatur di bumi naik, hal ini menyebabkan mencairnya salju di pegunungan dan es di kutub-kutub; Kedua, Lelehan dari salju dan es tersebut menambah volume air di laut sehingga permukaannya bertambah tinggi; Ketiga, naiknya permukaan air laut berakibat langsung pada bertambahnya musim kemarau dan berkurangnya musim hujan, perubahan iklim terjadi, hewan-hewan bermigrasi, spesies hewan dan tumbuhan mengalami penurunan jumlah, pasokan air bersih berkurang, disharmonisasi alam terlaksana dan kelangsungan hidup umat manusia pun terancam.

Selain akibat-akibat yang diutarakan di atas, perubahan iklim yang semakin memanas juga memegang andil dalam naiknya prosentase kebakaran hutan. Frekuensinya semakin sering terjadi dan area pembakarannya meluas. Lahan gambut, yang merupakan vegetasi penyerap gas CO2, ikut terbakar habis dan artinya potensi untuk mengurangi lapisan rumah kaca di atmosfer bumi pun berkurang drastis.

Jika belum juga mendapat mendapat gambaran tentang bahaya yang menunggu umat manusia ‘di depan sana’ coba saja bayangkan jika Anda berada pada suatu masa dimana dunia mengalami krisis pangan dan air bersih; banyak daerah pesisir yang hilang ditelan laut, yang berarti menghasilkan ribuan bahkan puluhan ribu korban jiwa; hari-hari Anda lewati seperti berada di dalam sauna; sumber-sumber energi seperti minyak dan gas alam disamping sangat terbatas, menjadi sangat mahal; banyaknya sektor kehidupan yang terhambat dan mati seperti sektor pertanian, perikanan, kelautan, pariwisata, transportasi dan lain-lain. Dan itu semua belum lagi setengahnya dari hal-hal yang akan kita hadapi sebagai imbas dari global warming.
Setelah mengetahui kerugian yang akan kita terima, akankah kita tetap berdiam diri dan membiarkan hal-hal itu terjadi? Partisipasi kita dalam memelihara kehidupan bisa dimulai dari melakukan penghematan dalam penggunaan bahan energi, mencari sumber energi alternatif, gunakan listrik secukupnya, ganti barang-barang elektronik dengan yang ramah lingkungan, dan last but not least: cintai alam sekitar sebagaimana Anda mencintai diri sendiri.
(Dirangkum dari berbagai sumber)

31 Komentar di “Global Warming: Ramalan Hancurnya Kehidupan Manusia”

  1. 1
    Rafika Says:

    global warming memang sangat merugikan tapi gimana caranya untuk mencegah berbagai macam penyebab hal itu?
    Pastinya dengan kesadaran manusia, dan mungkin sulit untuk menyadarkan manusia agar mengurangi penggunaan alat elektronik, mengurangi asap motor dan lain sebagainya. dan gimana pula caranya supaya masyarakat bisa lebih merawat lingkungan dan bisa menanam seribu pohon?itu susahnya.
    Oza apa akibat dari global warming itu spt yg tergambarkan di film the day after tomorrow?

  2. 2
    Nadine_wolfram-orochimaru Says:

    Ehm, saya mau memberi pelengkap bagi artikel ini. Tolong tambahkan bahwa : “Ada banyak slogan-slogan sekarang yang mengatakan, “Don’t use plastic bag, use paper bag!” karena plastic bag tidak bisa didaur ulang. Dan ada juga “Go green!” yang mengajak kita untuk menanam pohon pencegah global warming. Sampai-sampai sekarang dibuat perangko yang bergambar pencegahan global warming. Itu bisa dijadikan referensi bagi kita untuk mengetahui betapa bahaya global warming, dampaknya dan cara untuk mencegahnya. Toh, global warming mengancam kemusnahan makhluk hidup, iya kan? Itu aja dulu deh. Makasih!

  3. 3
    joo Says:

    bila kaum rasionalis atau pun agnostis tidak percaya kiamat (bahasa kaum agamawan), maka dengan adanya ancaman global warming kiamat secara logika menjadi nyata.
    bukan tuhan atau takdir, luaran logika yang menyebabkan kiamat: adalah kita.
    untuk mencegah ya dari kita.

  4. 4
    nana Says:

    mana sich yang lebih dulu,global warming atau efek rumah kaca???
    thank’s

  5. 5
    Rio Says:

    Minta data2 tentang Glowarm includes Effect n How To Stop Theme…! thank’s B4

  6. 6
    Rinjani Says:

    GLOBAL WARMING sama aja kaya marahnya bumi terhadap kita,kaum manusia yang selama ini udah semena-mena menyakiti bumi kita. jadi, kalo sekarang kita disakitin balik,terima aja.
    slogan-slogan yang tertera sekarang-sekarang ini seperti “go green” , “save our earth” , dll. jangn cuma dijadiin pajangan doang. udah seharusnya kata-kata itu diresapi.

    sukses yya,buat MAPALA UI ..

  7. 7
    Jibeng Says:

    Secara umum boleh dikatakan seperti itu, namun sebenranya bukan hanya manusia, tapi seluruh isi bumi ini.
    kita dapat melihat sekarang disekeliling kita,
    dan jika kita bisa mendengar suara makhluk hidup
    yang ada disekitar kita
    tentu mereka juga merasakan hal yang sama
    seperti manusia
    akibat pemanasan global sekarang.

    Kita sebagai pecinta alam, sudah sepantasnya
    mengambil tindakan tegas untuk melakukan pencegahan
    menghentikan pemanasan ini

  8. 8
    uciX Says:

    Manusia-manusia serakah akan materi bumi jadi korban bisu. Apa gunanya meimbun harta toh nggak dibawa mati???
    Mulai sekarang, kita sebagai generasi penerus yang masih ingin menikamati indahnya dunia kita harus tau apa yang harus kita perbuat saat ini. bantu bumi ini, sayangi bumi ini demi masa depan yang cerah. Mulailah dari diri sendiri. Mulailah akan hal kecil yang secara nyata dapat berakibat besar nantinya.
    Kita sebagai manusia saja merasakan hal yang begitu menakutkan karena global warming, dan bagaimana dengan makhluk hidup lain di bumi ini???
    Mungkin kita memang tidak mengetahui jelas apa yang mereka rasakan namun raungan-raungan mereka pun dapat diartikan sebagai kekhawatiran mereka akan bumi ini.
    Saya sebagai seorang siswa pencinta alam mengajak kalian-kalian semua untuk mulai melakukan tindakan tegas sebelum alam ini murka.

  9. 9
    dinda n daniel .r. Says:

    global warming???

  10. 10
    juniorsev3n Says:

    hihi
    serem

  11. 11
    NURIN KHUSNUL KHOTIMAH Says:

    Dunia akan kiamat?
    mungkin ini tanda – tanda manusia itu disuruh bertobat
    mungkin aza bumi ini marah karena manusia itu menyalahgunakan ciptaan tuhannya,manusia hanya bisa merusak tidak bisa melestarikan

    kita sebagi generasi penerus bangga harus berpatisipasi dalam mencegah pemanasan global warming

    STOP GLOBAL WARMING

    SELAMATKAN BUMI

  12. 12
    wlan Says:

    apa bedanya efek rumah kaca ma Global Warming???
    sebaiknya kita sebagai seorang manusia harus sadar diri dan meresapi hal2 pa saja yang harus kita Lakukuan untuk bumi tercinta ini, Lakukan penanaman pohon dengan maksimal, gak hanya Slogan2 yg sering kita denger ja spt: go Green,,, kta harus memaksimalkannya dengan baik….

  13. 13
    OCHA Says:

    sAyan9i bUMi Qt…
    st00p 9LobaL WaRmIN9!!
    DIMuLai dAri dIRi sEndIri…

  14. 14
    Saca Firmansyah Says:

    @ untuk nana yang baik,

    kalau kita berbicara sebab akibat, efek rumah kaca menjadi salah satu sebab dari terjadinya pemanasan global.

    kronologisnya jelas tergambar pada artikel di atas:
    “Sejak berkembangnya teknologi industri, pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam dan batubara meningkat dengan pesat. Penggunaan sumber energi ini menghasilkan emisi gas buangan dengan karbondioksida (CO2) sebagai kandungan yang dominan. Apa akibatnya? Akibatnya gas CO2 ini terakumulasi dan membentuk sebuah lapisan pada atmosfer bumi. Lapisan inilah yang kemudian menjadi ‘kaca penahan’ bagi panas bumi yang keluar. Panas bumi tersebut dipantulkan berkali-kali sehingga memperkuat penghangatan yang terjadi secara alamiah. Umumnya peristiwa ini disebut sebagai Greenhouse Effect.”

    tertahannya dan terpantulnya kembali panas bumi oleh ‘kaca penahan’ pada lapisan atmosfer bumi dalam kurun waktu tertentu (kita sebut saja terjadinya efek rumah kaca), menyebabkan terjadinya pemanasan global (global warming) di permukaan bumi dengan membawa konsekuensi logis pada terjadinya pula perubahan iklim di dalamnya. efek dari pemanasan global (yang berkembang jadi perubahan iklim) dapat kita lihat:

    “Pertama, temperatur di bumi naik, hal ini menyebabkan mencairnya salju di pegunungan dan es di kutub-kutub; Kedua, Lelehan dari salju dan es tersebut menambah volume air di laut sehingga permukaannya bertambah tinggi; Ketiga, naiknya permukaan air laut berakibat langsung pada bertambahnya musim kemarau dan berkurangnya musim hujan, perubahan iklim terjadi, hewan-hewan bermigrasi, spesies hewan dan tumbuhan mengalami penurunan jumlah, pasokan air bersih berkurang, disharmonisasi alam terlaksana dan kelangsungan hidup umat manusia pun terancam.”

    @ untuk wlan, dengan demikian jelaslah perbedaan antara ERK dengan GW …

    maaf yah kalo terasa ‘menggurui’. sumpah deh, saya gak ngerti apa-apa, apalagi global warming dan efek rumah kaca …

    @ oh iya, Rinjani, bumi gak marah koq sama manusia, bumi cinta sama kita, manusia. kemaren dia sendiri bilang ke saya, aku peringatkan kalian, aku cinta kalian!

    @ ka NURIN KHUSNUL KHOTIMAH, dapat salam dariNya, cintanya tidak menginginkan kita bertobat dalam ketakutan akan fenomena alam, tapi cintaNya menginginkan kita bertobat dengan harap dan takut pada kecintaanNya pula … coba tanya aja dalam kesunyian malam-malam yang akhir …

    @ juniorsev3n, jangan gitu dong, bumi butuh orang-orang yang berani, katanya … kamu dah nggak ngompol lagi kan … jangan takut lagi yah …

    @ uciX, bantu aku dong, apa yah hal kecil yang dapat berdampak besar, koq kayaknya keluar dari logika matematika yah … pasti keren nih aksinya uciX, kasih tahu dong ke saya …

    @ Ocha, aku sayang diriku sendiri, dengan begitu aku sayang kamu, aku sayang teman-temanku, aku sayang lingkunganku, aku sayang bumi kita … tapi maaf, aku masih jarang mandi …

    @ dinda and daniel, kalian emang oke … pasti kalian lagi ‘bergerak’ atas tanya kalian soal ini … keren …

    @ joo … sayangnya teori global warming masih banyak yang membantah secara logis pula … gimana dong …

    @ jibeng, kemarin lalat masih bergembira ria, katanya aku gak ngerti kalian, manusia. tapi kalian dah sok ngertiin aku, aku marah loh kalian mengkooptasi suara bangsa kami: makhluk hidup bukan manusia, untuk kepentingan kalian … aku nggak rela, katanya.

    @ bumi, aku malu kamu menciumiku malam tadi, tubuhku jadi kedinginan saking groginya … ibu juga marah, bajuku jadi penuh dengan gincumu, lumpur …

  15. 15
    Gendhi Says:

    Wuih…
    Sampek segitunya…
    Amit2 jabang bayi.

    Denger2, Global Warming juga bisa merusak unsur hara di dalam tanah.

  16. 16
    state virtual health care insurance policy Says:

    state virtual health care insurance policy…

    apsis generalizations hairiness Borealis disastrous Lares …

  17. 17
    phiolet Says:

    aDuh,,, buMi kOgh tMbAh pRAh jA yA!!!!!!!!!!!!!
    jDi, tKut nIh kLu nTAr tEnggELam…

    “TOLONG DONK MA SEMUA ORANG HEMAT ENERGI, TAMAN SERIBU POHON, and KURANGI ASAP KENDARAAN…”, kLu eMg dKEt dRi Rmh yA jLAn kAki jA pO’O…

    jLan Kaki g uSah gEngsi… iTu mLAh mNyEhAtkAN tw!!!!!!!!!!

  18. 18
    cece Says:

    jadi,global warming itu semacam dajal’……

  19. 19
    komeng Says:

    Fight Global warming together Ok…………..

  20. 20
    Surya Says:

    kliatannya pemerintah kurang effektive dalam menangani global warming kieeee

  21. 21
    Ferderinho Says:

    Memang cara satu-satunya adalah dengan menemukan sumber energi baru tanpa emisi , dengan kata lain…..yang tidak mengandung karbon (commonly ). Soalnya pada umumnya penyebabnya pasti bahan bakar fossil yang mengandung atom karbon. Tapi orang zaman sekarang juga susah kalau mau diajak mengambil tindakan preventif , seperti menggalakkan kembali penanaman kembali pohon-pohon , eh..eh..eh.. mereka malah menggalakkan kembali penanaman beton-beton ( dasar fondasi gedung-gedung maksudnya…).

  22. 22
    nodak company in wichita ks lincoln navigator Says:

    nodak company in wichita ks lincoln navigator…

    segregates cashier.thumped?McKnight Italian …

  23. 23
    afordable motor ins womans rate the provident com thousand oaks ca ford focus Says:

    afordable motor ins womans rate the provident com thousand oaks ca ford focus…

    precocious exhaling shard unsupported:infiltrate …

  24. 24
    top 10 geldspielautomaten odds Says:

    top 10 geldspielautomaten odds…

    conserves despair Weidman?…

  25. 25
    quotas prudential of burlington vermont Says:

    quotas prudential of burlington vermont…

    rustler limply:persisting …

  26. 26
    play trijoker games Says:

    play trijoker games…

    squealed muddlers amendments eights Shakespearize?kingdom!…

  27. 27
    parjokarto Says:

    manusia adalah faktor kecil dalam pola kehidupan alam yang begitu gempita… apakah yang bisa dilakukan kalau putaran waktu yang notabene adalah hitungan rotasi dan revolusi seluruh elemen jagad raya sudah menentukan sendiri perilakunya…

    manusia dan perilakunya adalah bentuk lain (yang lebih kecil) dari semesta… kalau sudah ketemu masanya, akan sampailah pada yang dinamakan berhentinya babak dan bab kehidupan…untuk kemudian diteruskan oleh hidup yang lainnya…

    kalau kepedulian untuk menanam pohon adalah sesuatu yang penting bagi kita, maka itu adalah pelajaran bagi anak-anak bagaimana menghargai dan memelihara… pada akhirnya penghargaan dan penghormatan pada penciptaan dunia… percaya pada diri sendiri untuk menjadi yang terbaik dengan perilaku yang lebih baik…

    mari menanam pohon untuk kesejukan dan pelajaran….

    begitu dulu…
    terimakasih…
    salam….
    parjo…

  28. 28
    Zierracyntha Pradania Chairani Says:

    global warming tuh penyebabnya manusia sendiri . manusia gak bisa dititipi amanat sama yang di-Atas buat menjaga bumi sendiri . ini akibatnya , ditelan sendiri akibatnya !
    FIGHT LAH KE GLOBAL WARMING . sekarang gak ada waktu buat males-malesan . gak ada perbedaan antara pemerintah dan masyarakat biasa . semuanya harusnya kerjasama bahu membahu buat masalah satu ini . untuk selanjutnya gampang , pasti ada solusi . asal masalah global warming selesai , kita bisa lanjutin hidup tentram tanpa ada masalah yang serius ! ^^

  29. 29
    Galuuh Says:

    Pokoknyaa,, semua kembali ke diri kitaa masink2.. mau tetep ngrasain indahnyaa bumi.. ato ngrasain kehancuran bumi??

  30. 30
    Galuuh Says:

    Ehh,, makasii yaa info dan penyadaran dirinyaa,, bisa bwt materii pidato. biar sekelas tauu betapa besarr akibat darii globwarm

  31. 31
    chominx vegeance Says:

    klo bner global warning trus brarty bner d0nkz kiamat thn 2012. . !