Menghadapi Jeram Patahan

Tips Menghadapi Jeram Patahan dari Sulung dimuat di Sinar Harapan 20 Agustus 2003

Salah satu bagian di sungai yang sering menimbulkan kecelakaan bahkan kematian adalah daerah patahan. Jeram-jeram terjadi di daerah seperti ini dikarenakan berubahnya dasar sungai secara drastis. Bagian dasar sungai yang tiba-tiba patah mengakibatkan air yang melewati di atasnya menjadi turun secara vertikal dan bisa bermeter-meter tingginya.
Air terjun juga salah satu contoh yang paling gampang untuk menggambarkan bagian ini. Suatu bagian sungai bisa dibilang air terjun bila mengalami penurunan vertikal lebih dari tiga meter jauhnya. Tulisan ini akan membahas bagian sungai yang kurang tingginya dari gambaran air terjun tersebut. Inilah yang disebut drops atau jeram patahan sungai.
Sudah banyak cerita terdengar, bahwa bagian sungai yang drops atau patah bisa mengakibatkan kecelakaan atau bahkan tragedi bagi para pengarung jeram. Minimal patah tulang, pingsan atau tewas merupakan hal yang paling buruk bisa terjadi di arus balik. Tapi kalau kita bisa mengerti tentang jeram patahan ini, kita bisa menghindari kecelakaan yang mungkin saja terjadi setiap saat di sungai.
Biasanya jeram patahan ini terbagi dalam tiga macam jenis: jeram patahan sederhana, jeram patahan berat dan jeram patahan yang bisa mengakibatkan kematian.
Jenis jeram patahan sederhana hanya membutuhkan sedikit kemampuan dan keberanian untuk melewatinya. Keadaan jeram biasanya mengakibatkan kolam air berputar terbalik di depannya. Tapi arus balik tersebut malah menguntungkan karena menjadi tempat landasan yang lunak untuk perahu. Jika perahu mendarat tepat setelah penurunan vertikal, biasanya hanya mengakibatkan perahu menekuk dan mengagetkan orang di dalamnya. Apabila ada anggota tim yang terjatuh di dalamnya, arus boiling line akan memuntahkan orang tersebut dan keluar dengan selamat menuju bagian setelah jeram.
Di bagian jeram patahan yang berat diperlukan keahlian lebih baik dan kemampuan tetap berkepala dingin. Cara melewatinya kurang lebih sama dengan melewati jeram patahan kelas sederhana. Perbedaan mungkin saat menggunakan momentum ketika ujung depan perahu menyentuh arus balik setelah patahan jeram. Di sini kekuatan orang-orang di depan perahu dimanfaatkan. Kemampuan mereka untuk mendayung secara baik sangat membantu perahu bagian belakang lebih cepat keluar dari arus balik yang berbahaya ini. Kesalahan teknik masuk di jenis jeram seperti ini juga bisa fatal akibatnya. Usahakan jangan memasukkan badan perahu dalam posisi miring di jeram jenis ini.
Tapi biar bagaimanapun tingkatan jenis jeram sederhana dan sulit benar-benar tergantung subjektivitas si pengarung jeram tersebut. Tergantung pengalaman yang bersangkutan.
Untuk jenis jeram patahan yang bisa menimbulkan kematian, lebih baik di tinggalkan saja. Biasanya jeram patahan jenis ini bertinggi lebih dari tiga meter, mempunyai arus balik yang lebih panjang, arah lintasan yang sulit untuk memosisikan perahu dalam keadaan terbaik sebelum menerjuninya dan terbayang pikiran-pikiran tentang rumah sakit bila kita berniat melewatinya. Jadi bila kita melihat keadaan sungai yang tiba-tiba menurun vertikal secara tiba-tiba, tak banyak yang bisa dilakukan. Selain segera melakukan pengintaian dan putuskan berada di tingkatan mana jeram patahan yang berada di depan kita. Apabila tak mampu, lepaskan saja. Sebab tak ada yang lebih baik dari sebuah perjalanan selain bisa menceritakan pengalaman yang sudah kita lalui dan itu bisa dicapai bila kita selamat.
(sulung prasetyo s.)

Tulis Komentar