Kurang lebih delapan volunteer Greenpeace dari kapal Rainbow Warrior yang sedang merapat di Priok hari ini beranjangsana ke kampus UI di Depok. Acara sharing pengalaman dan diskusi yang berlangsung selama dua jam mendapat tanggapan yang penuh antusias dari audience yang mayoritas anggota Mapala UI. Sayangnya kesempatan langka ini tidak dapat diinformasikan ke rekan-rekan pencinta alam lain secara lebih luas karena pemberitahuan dari pihak Greenpeace yang sangat mepet waktunya.
Meskipun tidak banyak rekan pencinta alam yang hadir di dalam kesempatan kali ini, namun pembelajaran mengenai tingkat komitmen seseorang dan sebuah organisasi dalam menjalankan kampanye penyelamatan lingkungan tetap dapat dilakukan. Hal ini etrungkap melalui diskusi yang berlangsung menarik, ketika Tim Volunteer Greenpeace yang dipimpin oleh Stephen Campbell, jurukampanye Greenpeace yang berasal dari Australia berusaha untuk menceritakan pengalaman-pengalaman aksi mereka serta menjawab semua pertanyaan yang muncul.
Greenpeace yang muncul pertama kali pada tahun 1971 ketika melakukan kampanye anti percobaan nuklir di Alaska, saat ini mengedepankan isu Genetic Engineering, Climate Change, Toxic Waste, Ocean, Forest, dan Nuclear Testing sebagai 6 isu lingkungan utama yang menjadi prioritas. Sebagaimana terlihat di dalam Footage, berbagai upaya mereka lakukan, tidak hanya radikal, juga terlihat aksi teatrikal dan kegiatan diplomasi yang dilakukan oelh Greenpeace.
Melalui diskusi juga terungkap bahwa tipologi kejahatan terhadap lingkungan di seluruh dunia sebenarnya memiliki kemiripan, dan dengan kordinasi terarah serta dukungan komitmen dari orang-orang tertentu, Greenpeace selama tiga dasawarsa terakhir paling tidak mampu menarik perhatian khalayak ramai terhadap isu-isu yang bahkan tidak pernah terlintas di dalm pikiran kita.