SRT Ropes Testing

Artikel ini diterjemahkan dari BCIS Web Server (http://www.caving.org.uk/gear/rope-testing.html) cukup menarik meskipun kita belum terlalu perduli pada kekuatan sebuah tali:((.

Tes terhadap kekuatan sebuah tali SRT hanya dapat dilakukan melalui ‘drop test’, yang intinya adalah membuktikan kekuatan sebuah tali ketika terbebankan dalam keadaan ‘jatuh’. Tes ini dilakukan dengan menjatuhkan beban yang terikat ke tali yang diragukan kekuatannya (dengan massa yang diketahui, sekitar 80-100 kg) dari ketinggian tertentu.

Artikel ini menawarkan sebuah cara yang cukup sederhana dalam melakukan tes, meskipun pada keadaan sesungguhnya ada faktor lain yang terlibat, seperti berat orang yang terjatuh, simpul, cara jatuh dan lain sebagainya. Cara yang ditawarkan berasal dari simulasi orang yang terjatuh ketika sedang melakukan penelusuran gua vertikal dengan menggunakan Single Rope Technique.

Fall Factor
Fall Factor (FF) adalah rasio atau perbandingan antara jarak jatuh dengan panjang tali. Dengan asumsi gaya gravitasi yang konstan, faktor yang paling menentukan besarnya beban yang diterima tali adalah FF, sebagai ilustrasi, beban yang diterima tali ketika sesuatu terjatuh sejauh 15 m dengan FF=0.5 adalah sama dengan beban yang diterima tali ketika sesuatu terjatuh sejauh 30 cm dengan FF=0.5. Perhatikan gambar untuk lebih jauh mengerti tentang bagaimana menghitung FF. Sebagai ilustrasi sederhana, seseorang yang terjatuh dari atas dan sejajar dengan anchor akan memiliki FF 1.0, hampir dapat dipastikan tali tidak akan sanggup menerima FF lebih dari 1.0.

imageimage

Urutan Tes GCC
Tes berikut dikembangkan oleh Dr. Dave Merchant dari Grosvenor Caving Club (GCC), mencakup tiga skenario jatuh dan satu beban statis. Tali yang digunakan pada tes ini memiliki panjang antara satu sampai dua meter, bila kurang dari satu meter akan sulit untuk membuat skenario jatuh, sementara kalau lebih dari dua meter akan membutuhkan menara yang tinggi :). Pilihlah bagian tali yang paling sering digunakan bagian yang sering dijadikan simpul dan digunakan untuk memasang dan melepas jumar, tentunya sangat sulit dilakukan, namun demikian hampir dapat dipastikan bahwa satu sampai dua meter pertama diujung tali tidak sering digunakan, sisanya kurang lebih 25% sering terpakai dan 75% terpakai. GCC sendiri melakukan tes setiap 12 bulan dan mengistirahatkan tali setelah lima tahun.

image

Pertama, ikatkan kedua ujung tali dengan menggunakan simpul figure of 8 sekecil mungkin pada cincin baja dengan diameter 10mm (apabila terlalu besar cincin tersebut akan pecah pada percobaan). Cincin baja pada ujung yang satu dikaitkan pada sebuah massa solid (contoh: beton) seberat 80kg. massa tidak solid seperti air dan satu tong batu dengan berat yang sama tidak dapat digunakan. Sementara cincin baja yang lain menyatu dengan menara tes. Kedua cincin baja merupakan simulasi dari karabiner.

Contoh menara tes dapat dilihat di gambar, berikut adalah aturan yang harus diikuti ketika membangun sebuah menara tes;

Anchor paling atas harus secara vertikal berada di atas beban.

Titik pelepasan harusmampu menahan beban dari massa solid, sementara Anchor paling atas harus mampu menahan beban maksimal pada percobaan (bisa mencapai 2000kg).

Ketika tali sudah diikatkan pada massa harus ada jarak paling tidak 60 cm antara massa dan lantai untuk memberikan ruang regangan tali.

Pada percobaan, beban harus dijatuhkan, bukan dilempar.

Berikan alas untuk mengamankan lantai apabila tali ternyata putus pada percobaan.

Siapkan pisau untuk melepaskan simpul yang telah mendapatkan skenario jatuh dengan FF 1.0.

Percobaannya sendiri sangat mudah dilakukan, ingatlah untuk menyelimuti massa dengan wire untuk menjaga apabila massa tersebut sewaktu-waktu pecah.

Drop Test

Percobaan Statis
Gantungkan massa pada tali, pastikan panjang tali sesuai, ini merupakan simulasi pada proses abseiling konstan.

Drop 1 – FF 0.5
Jatuhkan massa dari ketinggian setengah panjang tali, percobaan ini akan mengencangkan simpul dan merupakan simulasi dari peristiwa jatuh dengan FF 0.5, apabila tali gagal pada percobaan ini maka dapat dipastikan tali tersebut harus dimusiumkan.

Drop 2 – FF 1.0
Ini adalah FF maksimal yang mungkin terjadi pada sebuah penelusuran gua vertikal, sebuah tali yang masih pada kondisi bagus akan dapat menahan beban ini. Apabila tali tersebut putus pada percobaan ini, maka tali masih dapat digunakan (dengan hati-hati).

Drop 3 – FF 1.3
Apabila tali mampu melewati percobaan sebelumnya, lakukan percobaan dengan FF 1.3, tali baru biasanya dibuat untuk menahan FF 1.5. Ini untuk memperkirakan penyusutan kekuatan tali.

Buat catatan terhadap tes tersebut dan berikan label pada tali yang telah dicoba.

Failures
Secara sederhana sebuah tali dianggap gagal apabila putus dan dianggap berhasil apabila tidak putus, namun demikian yang juga harus diperhatikan adalah kekuatan pada simpul. Hampir semua tali SRT yang digunakan akan memiliki kelemahan pada simpul mengingat ada kotoran dan lumpur yang tersisa di dalam mantel tali, sehingga daya tahan atas panas pada satu titik akan berkurang.

Tulis Komentar